Perempuan Warga Binaan Lapas Kelas II A Kediri Ikuti Pelatihan Produksi Tenun Ikat

Petrus - 4 June 2018
Warga binaan Lapas Kediri sedang praktek membuat kain tenun ikat (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah narapidana perempuan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri, mempunyai aktivitas baru di sela-sela menjalanai masa hukumannya. Para penghuni lapas ini mendapatkan pelatihan keterampilan membuat kain tenun ikat khas Kediri.

Pelatihan yang telah berlangsung sejal Maret lalu hingga kini, ditujukan untuk membekali para napi perempuan, agar selepas dari Lapas dan akhir masa hukuman dapat berkarya dengan modal keterampilan yang dimiliki.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri, Kusmanto Eko Putra mengatakan, selain untuk memberikan keterampilan penghuni Lapas, kegiatan ini merupakan program Direktorat Jendral Pemasyarakatan, yang mewajibkan seluruh Lapas di Indonesia memiliki produk unggulan masing-masing.

Meski belum profesional, namun ada niatan dalam diri para napi untuk bekarya. Hasil tenunan mereka nantinya akan didistribusikan ke salah satu pemilik kerajinan tenun ikat, yang ada di Sentara, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Kusmanto Eko Putra mengatakan, pada awal pelatihan mereka masih terlihat kesulitan dan belum terbiasa. Namun, setelah diberi pengarahan dan diajari dengan tekun, mereka akhirnya terbiasa. Pada awal pelatihan, program ini hanya diikuti oleh 4 orang perempuan binaan, kemudian bertambah menjadi 10 orang. Dalam waktu seminggu, mereka dapat memproduksi kain tenun ikat sepanjang 2 hingga 3 meter.

“Karena mereka belum profesional betul, jadi seminggu sekitar 2 hingga 3 meter. Nanti kalau sudah profesional, mungkin sehari bisa menenun 2 hingga 3 meter. Soal hasilnya, sudah ada mitra kita, utamanya kita fokuskan ke pelatihan,” terang Kusmanto Eko Putra.

Kusmanto meyakini, kedepan mereka dipastikan dapat meningkatkan hasil produksinya, terutama setelah mendapat bantuan Alat Produksi Tenun ikat dari CSR Bank Indonesia Kediri.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.