Perempuan Desa Kedungwungu Olah Limbah Organik Menjadi Pakan Ternak Kelinci

Petrus - 10 July 2017
Ibu-ibu PKK Desa Kedungwungu, bersama dengan mahasiswa pendamping dari Fakultas Pendidikan Kedokteran Hewan Unair Banyuwangi,memamerkan Bispanci hasil olahan dari sampah (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Ibu-ibu PKK Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, berhasil menciptakan pakan ternak kelinci yang berasal dari sampah organik. Para perempuan ini berhasil membuat pakan ternak berbentuk biskuit dan diberi nama Bispanci (Biskuit Pakan Kelinci), setelah dibantu dan dibimbing Mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Kedokteran Hewan Universitas Airlanga (Unair) Banyuwangi.

Dikatakan oleh pengurus PKK setempat, Sumini (37), pada awalnya PKK ditempatnya hanya sekedar kumpul-kumpul dan arisan. Namun setelah ada pendampingan dari Mahasiswa Fakultas Pendidikan Kedokteran Hewan Unair Banyuwangi, maka PKK setempat tergerak untuk mempunyai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah pengolahan limbah atau sampah organik.

“Ditempat kami memang banyak yang beternak kelinci, namun selama ini pakan ternaknya selalu memakai konsentrat untuk pakan ayam dan juga rumput-rumputan. Namun setelah ada pengetahuan dari adik-adik mahasiswa, maka kami tergerak membuat pakan buatan yang sehat, yakni dari bahan-bahan organik,” ujarnya.

Dikatakan juga oleh Sumini, limbah atau sampah organik di tempatnya sangat banyak, dan selama ini belum ada solusi untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna. Berawal dari situlah, maka ibu-ibu PKK berinisiatif untuk mengolahnya menjadi pakan ternak.

Ketua Penggerak PKK di Dusun Sumberkepuh, Suratmi (40) mengatakan, potensi penduduk di dusunnya selain bertani juga banyak yang memiliki ternak seperti sapi dan kerbau. Namun untuk kebutuhan konsumsi daging masyarakat, di desa tersebut masih membutuhkan suplay dari daerah lain. Untuk itulah, ibu-ibu PKK setempat mulai beternak kelinci untuk membantu perekonomian keluarga.

“Kalau kelinci, dagingnya kan bisa untuk konsumsi dan juga menambah penghasilan keluarga. Namun selama ini kelinci yang dibudidayakan hanya diberi pakan konsentrat,” katanya.

Dengan adanya pengolahan limbah organik menjadi pakan ternak kelinci, selain bisa dijadikan pakan ternak, produk yang dihasilkan juga bisa dijual ke daerah lain.

Bahan-bahan pembuatan Bispanci ini menurut Suratmi, mudah didapat di daerahnya. Sehingga para perempuan di Dusun Sumberkepuh tidak kesulitan untuk mencari bahan pembuat pakan ternak kelinci.

“Kami sudah mencoba menjual dan memamerkan produk kami saat ada Agro Expo, yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi beberapa bulan yang lalu. Justru ketika kami jual, kami sempat kewalahan karena kami memproduksinya belum banyak,” ujarnya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.