Perekonomian Indonesia 2018 Tumbuh Signifikan Ditengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Yovie Wicaksono - 8 January 2019
Presiden Joko Widodo Bersama dengan Jajaran Kabinet Kerja Menggelar Rapat Paripurna Perdana di tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (7/1/2019). Foto : (Biro Pers Sekretariat Kepresidenan)

SR, Jakarta – Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran Kabinet Kerja menggelar rapat paripurna perdana di tahun 2019, untuk membahas seputar program dan rencana kegiatan pemerintah tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (7/1/2019).

Di awal sambutannya, Presiden menyampaikan kabar positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh positif.

“Saya mendapatkan laporan dari Menteri Keuangan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global alhamdulillah perekonomian nasional kita tumbuh positif. Kita perkirakan tumbuh sekitar 5,15 persen. Kemudian inflasi juga terkendali pada tingkat yang rendah, di bawah 3,5 persen,” ujar Presiden.

Sepanjang tahun, nilai tukar rupiah juga dapat terus dijaga. Sementara realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 juga menunjukkan kinerja yang sangat sehat dan kredibel.

“Defisit, laporan terakhir yang saya terima, sebesar 1,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB),” kata Presiden.

Adapun pencapaian pendapatan negara sepanjang 2018 juga melampaui target APBN 2018. Penerimaan negara tahun lalu mencapai 102,5 persen dari APBN 2018, yakni mencapai Rp1.942,3 triliun.

“Belanja negara untuk mendukung target pembangunan juga sangat optimal mencapai 99,2 persen dari APBN 2018. Sekali lagi mencapai 99,2 persen dari APBN 2018,” ucap Presiden.

Atas capaian tersebut, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajarannya atas kerja keras selama tahun 2018. Ia juga mengingatkan bahwa di tahun 2019 ini, kita masih akan menghadapi tantangan ekonomi yang tidak ringan dengan disertai gejolak ekonomi dunia dan tekanan eksternal.

“Sekali lagi saya minta konsolidasi antara sektor riil dunia usaha dengan moneter dan fiskal yang sudah dirancang bisa terkonsolidasi dengan baik sehingga langkah-langkah tegas dan konsisten dalam pengendalian impor bisa kita lakukan,” tutur Presiden.

Presiden juga menyampaikan fokus pemerintah pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan melakukan berbagai pelatihan dan perbaikan kualitas pendidikan. Selain itu, menjelang pesta demokrasi, Kepala Negara juga meminta stabilitas keamanan dan ketertiban untuk terus dijaga.

“Kita tahu di 2018 kita telah membuktikan mampu menyelenggarakan 171 pemilihan kepala daerah serentak dengan aman dan damai. Saya yakin dengan pengalaman yang ada, dengan pengalaman panjang dalam berdemokrasi, insyaallah pemilu legislatif dan pemilu presiden secara serentak di tahun 2019 ini akan berlangsung dengan aman, damai, dan demokratis,” ujar Presiden. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.