Perangi DBD, Warga Desa di Kediri Giatkan Ikanisasi

Wawan Gandakusuma - 18 January 2019
Sejumlah kader Jumantik Desa Tegalan, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri dalam giat ikanisasi. Jumat (18/1/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Masyarakat Desa Tegalan, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur memiliki cara tersendiri untuk membendung penyebaran wabah demam berdarah dengue (DBD). Salah satu bentuk upaya pencegahan yang dilakukan, diantaranya dengan melakukan ikanisasi, yakni membagikan ribuan ikan nila kepada sejumlah warga. Ribuan ikan nila ini akan dilepas ke sungai di sekitar desa dan penampungan-penampungan air milik warga, untuk memangsa jentik-jentik nyamuk. Ikut dilibatkan dalam kegiatan ini, yakni sejumlah kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) serta petugas kepolisian dari Polsek Kandat.

“Mengingat banyaknya warga yang terjangkit, kami mengoptimalkan peran serta Babinkamtibmas Polsek Kandat untuk berkoordinasi dengan pemerintahan di tingkat desa, guna membuat terobos kreatif mencegah berkembangnya jentik nyamuk penyebab demam berdarah. Salah satunya program ikanisasi,” ujar Kasi Humas Polsek Kandat, Bripka Sugianto, Jumat (18/01/2019).

Ribuan ikan nila yang diberikan secara langsung ini merupakan hasil swakelola dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat. Mereka meyakini cara ini cukup efektif sebagai upaya menekan berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti, pembawa virus DBD.

Sekedar diketahui, DBD merenggut nyawa SV (3), balita di desa setempat. Karena kejadian itu, masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan. Selain giat ikanisasi, instansi terkait juga sedang gencar melakukan fogging ke rumah-rumah warga. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, saat ini tercatat ada sekitar 9 orang meninggal dunia akibat DBD. Hingga sekarang, tercatat sebanyak 232 kasus DBD di Kabupaten Kediri. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.