Penyelenggaraan Haji Dinilai Amburadul

Yovie Wicaksono - 19 August 2017
Ilustrasi Ibadah Haji

SR, Banyuwangi – Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) untuk jamaah haji dari Kabupaten Banyuwangi, Joni Subagio sesalkan penataan dan penyelenggaraan haji tahun 2017, yang dinilai masih amburadul dan tidak tertata dengan baik dan banyak jamaah lanjut usia yang salah tempat karena tidak baiknya penataan.

Joni mencontohkan, aktualisasi fakta manifest saat berada di Surabaya hingga di Madinah juga sering berubah-ubah, sehingga antara petugas dan TPHD sering miss komunikasi dengan adanya pelatihan ataupun pembekalan saat menjalankan ibadah haji.

Rancunya penyelenggaraan haji lainnya yakni 9 jamaah dari kloter 37 yang saat ini kondisinya sedang dirawat di RS Haji Sukolilo  harus ditunda keberangkatan hajinya karena sakit.

“Atas kejadian tersebut, sanggat disayangkan karena 9 jamaah asal Banyuwangi itu harus rela digantikan dengan jamaah haji asal kabupaten lain,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi ini saat dihubungi via telepon, Sabtu (19/8/2017)

Joni menjelaskan, ketika sampai di Madinah sesuai penempatan atau penginapan untuk jamaah haji Banyuwangi kloter 35, 36, dan 37sejak awal sudah disiapkan 2 hotel yakni 1 hotel untuk kloter 35 dan 1 hotel lainnya untuk kloter 36, 37. Namun, faktanya 1 hotel untuk kloter 35 dipasangkan  dengan kloter 36 dan 1 hotel lagi untuk kloter 37. Itupun yang menempati 1 hotel bersama kloter 37 tidak sepenuhnya warga Banyuwangi, banyak jamaah haji dari kabupaten lain seperti Malang dan Situbondo. Akibatnya, beberapa petugas tidak mendapatkan tempat dan terpaksa mendompleng di tempat lain

“Saya selaku Tim TPHD memandu jamaah Banyuwangi sangat menyesalkan, dan perlu dievalusi kembali kebijakaan yang dibuat khususnya untuk jamaah Banyuwangi,” pungkasnya. (wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.