Penyakit Cacar Air Dapat Menyerang Orang Dewasa dan Anak-anak

Petrus - 25 March 2018
Dr. Roberto Goenarso, MARSS dari RS Adi Husada Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Munculnya bintik-bintik merah pada kulit tubuh yang disertai rasa panas, merupakan indikasi seseorang terkena penyakit cacar air. Penyakit cacar air tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat menyerang orang dewasa.

Gejala cacar air pada anak dan orang dewasa ada yang bereda. Pada orang dewasa, cacar air memunculkan bintik-bintik merah di hampir sekujur tubuh, disertai peningkatan suhu tubuh dari kondisi normal. Sedangkan pada anak-anak ditandai dengan keluarnya bintik-bintik merah tapi tidak sebanyak orang dewasa, nafsu makan berkurang, namun justru tidak mengakibatkan panas badan.

Menurut Dr. Roberto Goenarso, MARS dari Rumah Sakit Adi Husada Kapasari, cacar air dibawa oleh virus yang dapat ditularkan melalui perantara apa saja. Perkembangan virus ini selain dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa, juga dapat menjangkiti kembali meski sebelumnya orang tersebut sudah pernah terkena cacar air.

“Teori terbaru, yang sudah terkena cacar air seperti ini masih bisa kena lagi 3 sampai 4 kali, kalau dulu kan cuma 1 kali. Itu karena virusnya dapat berubah bentuk aatau bisa dikatakan virusnya sekarang lebih kebal,” kata Dr. Roberto Goenarso, MARS.

Seseorang dapat terserang virus cacar air, pertama-tama karena kondisi atau daya tahan tubuh sedang kurang baik. Jadi virus ini tidak akan dapat menyerang bila kondisi daya tahan tubuh seseorang dalam keadaan baik, meski tinggal bersama penderita cacar air.

“Daya tahan orang yang terkena sedang drop atau turun, tentara dalam tubuhnya kalah. Jadi tidak perlu khawatir terkena meski tinggal serumah dengan orang yang terkena cacar air selama daya tahan tubuhnya bagus, tidak sebegitu gampangnya terkena,” ujar Dr. Roberto.

Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi pemicu keluarnya virus cacar air, meski bukan menjadi penyebab utama. Daya tahan tubuh yang lemah merupakan pintu masuk utama virus ini, yang disebabkan oleh flu, menstruasi, atau kedinginan.

“Virus itu masuk ke tubuh manusia tidak langsung memberikan gejala, dia memperbanyak diri terlebih dadulu, suatu ketika saat daya tahan tubuh sedang lemah, dia baru keluar,” terangnya.

Penderita cacar air dapat sembuh dengan pengobatan selama 4 sampai 5 hari. Namun demikian, penderita cacar air meski sudah sembuh masih dapat membawa virus ini dan menularkannya kepada orang lain.

“Yang jadi masalah adalah virusnya memiliki masa inkubasi yang cukup panjang, bisa antara 2 sampai 10 hari. Meski sembuh, dia bisa membawa virus ini kepada orang lain kira-kira 5 hari ke belakang, karena virusnya masih bisa lari,” tandasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.