Penumpang Kapal Tercebur di Laut Saat Bermain Ponsel

Petrus - 29 June 2017
Penumpang Kapal Tercebur di Laut Saat Bermain Ponsel (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Keselamatan dalam berlalu lintas menjadi suatu hal yang penting dan utama, terutama saat menggunakan moda transportasi. Tidak terkecuali di atas kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Keamanan diri harus menjadi prioritas, salah satunya dengan tidak bermain atau mengoperasikan telepon genggam tanpa memperhatikan keamanan dan keselamatan diri. Seperti yang dialami Mahbub (18), salah satu penumpang KMP Mutiara Alas III, pada jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Rabu (28/6/2017) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA.

Korban yang masih berstatus pelajar di Pasuruan, hendak bepergian bersama rombongan dari Pasuruan menuju Bali untuk berwisata. Saat kejadian ia bersama rombongan mengendarai Bus Pariwisata.

Menurut keterangan saksi mata, Chairul Anwar (25), insiden nahas itu terjadi saat ia bersama korban tengah asyik bermain ponsel pada sisi kapal bagian bawah.

Kemudian saat kapal akan bersandar, posisi korban berdiri pada bagian sisi kapal. Karena kondisi kapal agak goyang, korban terpeleset dan jatuh ke laut.

“Kejadiannya begitu cepat saat korban terjatuh,” kata Chairul Anwar.

Menurut Anwar, sebenarnya korban sempat berteriak minta tolong kepadanya, yang direspon dengan minta bantuan kepada petugas kapal. Namun, akibat kondisi gelombangnya yang cukup deras, korban tidak tertolong.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian jatuhnya penumpang kapal Mutiara Alas III, terjadi sekitar dini hari jam 00.15 WITA.

Penumpang, kata Subandi, merupakan salah satu rombongan bis pariwisata yang duduk di dek kapal bagian bawah. Saat kapal masuk di dermaga dan akan bersandar, kapal sempat goyang. Saat itu korban yang asik bermain telepon genggam, duduk bersandar di dek bawah. Karena kondisi gelombang Selat Bali yang besar, membuatnya terpeleset dan jatuh ke laut.

“Pihak petugas sudah berusaha melemparkan jaket pengaman, tetapi karena ombak yang deras, korban tidak tertolong,” ujarnya.

Menurut AKP Subandi, memang di kawasan perairan itu arus bawahnya cukup deras. Sebelumnya, ada kejadian kapal yang sempat goyang hingga membuat beberapa kendaraan di dalamnya terbalik juga terjadi di kawasan tersebut.

Ia menghimbau, agar semua penumpang kapal berhati-hati saat berada di kapal dan jangan duduk di batas dek kapal bagian bawah, karena kondisi cuaca atau gelombang saat ini agak besar, penumpang diminta memilih penyeberangan pagi sampai sore hari.

“Hingga saat ini petugas masih melakukan pencarian korban oleh TIM dari pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian oleh Tim Gabungan dari Polairud, Basarnas dan instansi terkait masih tetap dilakukan hingga korban ditemukan.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.