Penumpang KA Di Daop 8 Naik 9,5 Persen

Fena Olyvira - 14 January 2019
Ilustrasi Kereta Api Sembrani. Foto : (flickr)

SR, Surabaya – Jumlah penumpang kereta api (KA) di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya selama tahun 2018 berjumlah 11.292.719 penumpang. Jumlah ini naik 9,5 persen dibandingkan 2017 dengan jumlah penumpang 10.315.954 orang.

Adapun rincian dari jumlah penumpang KA di tahun 2018 adalah kereta Eksekutif sebanyak 1.551.374 orang, kereta Bisnis sebanyak 523.044 orang, kereta Ekonomi sebanyak 3.359.959 orang, dan kereta Lokal Ekonomi sebanyak 5.858.342 orang.

Sedangkan okupansi kereta api jarak jauh atau menengah yang tertinggi selama tahun 2018, adalah KA Mutiara Selatan (St. Surabaya gubeng – St.Bandung), dimana okupansi rata-rata mencapai 145 persen (adanya penumpang dinamis antara Malang – Surabaya).

Lalu KA Jayabaya (St.Malang – St.Pasar senen) dengan okupansi rata-rata mencapai 116 persen (adanya penumpang dinamis antara Malang – Surabaya) ; KA Bima (St.Malang – St.Gambir) dengan okupansi rata-rata mencapai 107 persen; KA Kertajaya (St.Surabaya Pasar Turi – St.Pasar senen) dengan okupansi rata-rata 89 persen.

Disusul KA Mutiara Timur Malam (St.Surabaya Gubeng – St. Banyuwangi) dengan okupansi rata-rata 83 persen; KA Mutiara Timur Siang (St.Surabaya Gubeng – St. Banyuwangi) dengan okupansi rata-rata 83 persen; KA Sancaka Sore (St.Surabaya Gubeng – St.Jogyakarta) dengan okupansi rata-rata 78 persen.

Lalu KA Ambarawa (St.Surabaya Pasar Turi – St.Semarang Poncol) dengan okupansi rata-rata 77 persen, KA Argo wilis (St.Surabaya Gubeng – St.Bandung) dengan okupansi rata-rata 73 persen, dan KA Sancaka Pagi (St.Surabaya Gubeng – St Jogyakarta) dengan okupansi rata-rara 71 persen.

Ditargetkan pada 2019 ini, jumlah penumpang yang akan naik di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya mencapai 11.863.839, atau naik 5,1 persen dibandingkan dengan tahun 2018.

Untuk mencapai target kenaikan jumlah penumpang tersebut, pihak PT KAI Daop 8 Surabaya berupaya akan menambah 2 perjalanan KA baru di lintasan jalur utara yang saat ini masih dalam tahap pembahasan, dan akan menjalankan secara reguler untuk KA tambahan Relasi Surabaya Gubeng – Malang yang biasanya hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu, menjadi beroperasi setiap hari.

Manajer Humas PT KAI Daop 8, Suprapto berharap dengan semakin baiknya tingkat kenyamanan dan pelayanan di transportasi kereta api, ini bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api sebagai mobilitas kesehariannya.

“Sehingga angka kemacetan jalan raya bisa dikurangi dengan cara membudayakan menggunakan transportasi massal seperti kereta api. Tentunya butuh dukungan dari semua stake holders di wilayah Jawa Timur ini, terutama dari pihak pemda dalam mewujudkan suatu transportasi yang saling terintegrasi antara modal transportasi yang ada,” ujar Suprapto. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.