Pengungsi Longsor Ponorogo Butuh Pakaian dan Obat-obatan

Petrus - 4 April 2017
Ilustrasi. Polisi mencari korban yang masih hilang akibat longsor Ponorogo dengan melibatkan anjing pelacak (foto : Superradio/Sugeng Harianto)

SR, Ponorogo – Sekitar 200 orang pengungsi bencana longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, masih bertahan di lokasi pengungsian seperti di kantor Kepala Desa maupun rumah kerabat terdekat yang masih aman.

Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno mengatakan, sebagian besar pengungsi memilih tinggal di rumah kerabat atau saudara, meski sebagian lain berada di posko pengungsian. Meski demikian, bantuan bahan makanan atau sembako tetap disiapkan untuk para pengungsi setiap hari.

“Bantuan tetap diberikan kepada pengungsi walau berada di rumah saudaranya. Bantuan yang mengalir langsung di distribusikan,” kata Soedjarno, Selasa (4/4/2017).

Pada salah satu tempat pengungsian di RT 3 RW 2, terlihat ibu-ibu yang yang memasak makanan sedangkan anak-anak belum bisa masuk sekolah. Meski bantuan logistik berupa bahan makanan sudah terpenuhi, warga masih membutuhkan bantuan lain berupa obat-obatan dan pakaian dalam.

“Disini yang masih dibutuhkan adalah pakaian dalam serta obat untuk batuk dan panas, mulai ada warga yang terkena,” tutur Endar, salah seorang warga.

Sampai hari ke 4 bencana longsor di Ponorogo, baru 3 jenasah yang ditemukan, sedangkan puluhan yang lain masih belum diketemukan. Proses evakuasi dilanjutkan hari ini dengan melibatkan 2 anjing pelacak dari Unit Satwa K9.(sh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.