Penertiban PKL di Ponorogo Diwarnai Kericuhan

Petrus - 4 April 2018
Penertiban PKL di Ponorogo diwarnai kericuhan antara Satpol PP dan PKL (foto : Istimewa)

SR, Ponorogo – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Jalan Sultan Agung, Selasa (3/4/2018) malam, sempat diwarnai kericuhan antara PKL dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Bahkan gerobak milik PKL digulingkan di tengah jalan, usai dilakukan penertiban oleh Satpol PP.

Salah Satu PKL di Jalan Sultan Agung, Irfan mengatakan kericuhan ini sudah dimulai sejak selasa siang (4/4/2018) saat ada pemasangan papan larang berjualan di sepanjang trotoar dan jalan Sultan Agung oleh Satpol PP.

“Setelah pemasangan papan itu, saya minta berita acara karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan. Tapi dari pihak Satpol PP belum ada kejelasan,” kata Irfan.

Malam harinya banyak PKL yang masih berjualan, anggota Satpol PP melakukan penertiban dan menyita gerobak dagang milik para PKL. Salah satu PKL yang tidak terima gerobaknya disita, Sunarsih, mengaku kecewa dengan sikap petugas arogan dan hendak mengangkut gerobaknya.

“Arep dodol tapi diangkat, ora dikasih tau. Tiwas mateng sembarang maleh koyok ngene iki (Mau jualan tapi hendak diangkut Satpol PP tanpa pemberitahuan, sudah terlanjut masak tapi seperti ini),” tutur Sunarsih.

Sudarno yang juga PKL di Jalan Sultan Agung menjelaskan, dirinya mendengar adanya kabar penertiban, namun saat pelaksanaan tidak ada lagi kabar sehingga pedagang nekat berjualan kembali.

“Maghrib ada petugas Satpol PP yang tiba-tiba datang, bilang mau membawa gerobak kami, kami kaget,” jelas Sudarno.

Menurut Sudarno banyak teman-teman PKL yang lebih memilih untuk merobohkan gerobaknya atau membakarnya daripada disita oleh petugas. Bahkan jika proses penertiban dilakukan dengan kekerasan, para PKL siap melakukan perlawanan.

“Kami ini siap ditata di tempat lapaknya masing-masing, selama ini kami juga tidak mengganggu arus lalu lintas. Kami jangan direlokasi,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.