Pendidikan Mitigasi Bencana Kepada Mahasiswa

Fena Olyvira - 10 January 2019
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohammad Nasir. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Merespon rentetan peristiwa bencana alam yang terjadi di berbagai daerah saat ini, pemerintah mendorong Perguruan Tinggi di tanah air mengenalkan Pendidikan Mitigasi Bencana kepada para mahasiswa.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohammad Nasir mengatakan, beberapa waktu lalu sudah membicarakan hal tersebut dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang lama, Wiliam Rampangilei dan tinggal berkordinasi dengan kepala BNPB yang baru, Letnan Jendral TNI Doni Monardo.

“Kami sudah bicarakan waktu itu, pada saat kepala BNPB yang lama, dan sekarang tindak lanjutnya saya akan bicara kepada kepala BNPB yang baru yaitu Letnan Jendral Doni Monardo,” ujar Nasir saat menghadiri Kuliah Umum di Politeknik Kediri, Jawa Timur, Rabu (10/1/2019).

Nasir menilai pendidikan mitigasi penanggulangan bencana sangatlah penting, mengingat letak posisi geografi Indonesia yang berada di daerah cincin Api.

“Saya rasa Indonesia didalam hal ini termasuk ring of fire, daerah cincin api semestinya sejak dulu harus diberitahukan,” ucap Nasir.

Menurut Nasir, masyarakat harus diberikan pembelajaran yang baik, mengenai bagaimana cara menanggulangi, sekaligus mengatasi bencana.

Nasir memberikan contoh Jepang sebagai negara yang rawan terjadi bencana, tetapi Pemerintah dan masyarakatnya mampu mengatasi hal tersebut dengan baik.

“Oleh karena itu Indonesia juga bisa melakukan hal ini. Maka dengan BNPB yang direvitalisasi oleh Bapak Presiden, mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik. Bencana memang mungkin ada, tapi terkontrol dengan baik,” ucap Nasir.

Masyarakat dikenalkan bagaimana cara mitigasi dan mengontrol pengendalian segala bentuk bencana, baik itu gunung merapi yang mengalami erupsi dan gempa bumi.

“Kita akan kenalkan pada mahasiswa khususnya yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN)  pada saat ini yang lebih penting masalah bela negara dan wawasan kebangsaan, serta masalah anti korupsi sejak awal. Tentang kebencaan akan kita kenalkan  kepada mereka yang akan memasuki pada masyarakat,” ucap Nasir. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.