Penanganan Dampak Bencana Terus Tunjukkan Perbaikan

Petrus - 8 October 2018

SR, Jakarta – Penanganan darurat atas dampak bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu dan Donggala,  Sulawesi Tengah masih terus digelar. Hasilnya sejauh ini, kondisi sosial di Sulawesi Tengah terus menunjukkan perbaikan.

Demikian disampaikan Ketua Sub Satgas Pendampingan Pusat Bencana Gempa Sulteng/ Deputi Pertahanan Negara Laksdya A Jamaludin, dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat 9 yang mengusung tema “Update Tanggap Bencana Sulteng: Mendorong Kesiapan Sulteng Bangkit”, di Aula Gedung BNPB, Jakarta, Senin (8/10/2018).
“Setelah bencana terjadi, Presiden menugaskan Menkopolhukam untuk mengkoordinasikan tanggap darurat. Selanjutnya, di pusat dibentuk pendampinan pusat. Itulah sebabnya, di kantor saya setiap hari ada perwakian Kementerian/ Lembaga yang mengupdate info dan memecahkan persoalan antar Kementerian/ Lembaga,” katanya.
Jamaludin mengatakan, perkembangan saat ini sebanyak 1.944 korban meninggal dunia dan sudah dimakamkan masal 885 jenazah. Sedangkan sisanya diambil oleh keluarga.
“Tapi memang jumlah masih dinamis, karena evakuasi masih terus dilakukan,” katanya.
Terkait listrik, Jamaludin mengatakan, kini sudah 90 persen yang berfungsi.
“PLTD sudah berfungsi baik, juga gardu induk. Dukungan itu untuk posko, perbankan, dan dumlap juga sudah baik,” katanya.
Namun, diakui bahwa memang masih ada kendala terkait jaringan yang ke konsumen. Oleh karena itulah, PLN masih melakukan pengecekan satu persatu ke rumah-rumah.
Untuk telekomunikasi, sudah hampir 100 persen pulih. Riciannya, di Donggala sekitar 52,2 persen dan di Palu sudah 56,6 persen.
“Sedangkan untuk BBM semakin hari semakin baik. Ada total 27 SPBU yang sudah dioperasikan. Sedangkan stok di depo Donggala dan Palu juga masih mencukupi. Setiap hari ada suplai melalui Donggala,” kata Jamaludin.
Terkait air bersih, Jamaludin mengatakan, saat ini PDAM memang masih terkendala. Sehingga, air bersih cuma dapat diperoleh melalui mobil tanki PUPR.
“Untuk kebutuhan itu pula, telah tersedia 30 hidran umum dan dalam waktu dekat akan ditambah lagi 20 hidran,” katanya.
Khusus untuk pelayanan medis, Jamaludin mengatakan, sebanyak 14 RSU telah beroperasi. Selain itu, ada juga satu rumah sakit terapung, yakni KRI dr Soeharso, yang sudah merapat dan melakukan kegiatan operasi.
“Selain itu juga dibuka RS lapangan di Pelabuhan Pantoloan. Kantor-kantor pemerintahan juga sudah mulai jalan, terutama Dukcapil, khususnya untuk pengurusan surat kematian,” katanya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.