Penambang Pasir Tradisional di Kediri Protes Aktivitas Penambangan Pasir Mekanik

Petrus - 28 September 2017
Penambang pasir tradisional (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sekitar 100 orang pencari pasir tradisonal mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Kediri dan gedung DPRD setempat, Kamis (28/9/2017). Para pencari pasir tradisional ini memprotes aktivitas penambangan pasir mekanik yang menggunakan peralatan berat.

“Kita menolak kegiatan pertambangan pasir dan batu dengan menggunakan alat berat, terutama di daerah aliran lahar gunung Kelud wilayah Kabupten Kediri,” kata Agustianto, Koordinator aksi.

Setelah orasi, perwakilan pengunjuk rasa diizinkan untuk masuk ke kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri, dan diterima oleh Asisten II Bidang Kesra Pemkab Kediri, Joko Susilo, beserta sejumlah pejabat Pemkab Kediri.

Menanggapi aspirasi pengunjuk rasa, Joko Susilo menyampaikan akan berkoordinasi dengan satuan kerja terkait, untuk membahas persoalan yang sedang terjadi.

“Kita terima aspirasi masyarakat, dan akan kita koordinasikan dengan satker terkait penambangan pasir,” kata Joko.

Setelh dialog selesai, satu orang perwakilan pejabat Pemkab Kediri kemudian keluar dari ruangan datang untuk menemui pengunjuk rasa. Namun ketika menemui pengunjuk rasa, tidak ada sepata kata pun yang terlontar ucapan.

Para pengunjuk rasa dari pencari pasir tradisonal ini akhirnya membubarkan diri dengan tertib, setelah dijanjikan akan ada pertemuan lanjutan antara asosiasi dengan Pemkab Kediri.

“Nanti ada pertemuan lanjutan, penambang manual silahkan jalan terus seperti biasanya,” ujar Agustianto kepada rekan-rekannya.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.