Pemudik Sepeda Motor Mulai Penuhi Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang

Petrus - 1 July 2017
Para Pemudik yang menggunakan kendaraan roda 2 mulai membanjiri pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk pulang ke rantau di Bali (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Ribuan pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua sudah terlihat mengalami peningkatan, pada arus balik Lebaran sejak Kamis (29/6/2017) di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Pemudik dengan sepeda motor itu sudah mulai mengantri sejak pagi haru, untuk menyeberang menuju ke Pulau Bali.

Humas PT.ASDP Indonesia Ferry pelabuhan Ketapang, Sandi Untung menyampaikan, para pemudik yang melakukan perjalanan balik sudah terlihat sejak hari Kamis (29/6/2017) dini hari.

Dikatakan juga oleh Sandi Untung, untuk musim mudik dan balik Lebaran 2017 ini, jumlah penumpang yang menggunakan kendaraan roda 2 mengalami penurunan dibandingkan para pemudik yang menggunakan kendaraan roda 4.

“Total pengguna jasa yang menyeberang sejak H-10 sampai dengan Hari H+4 Lebaran Idul Fitri 2017 di pelabuhan Ketapang, untuk jumlah penumpang sebanyak 331.668 orang naik 2 persen dari tahun lalu sebanyak 324.507 orang. Jumlah kendaraan roda 2 sebanyak 21.010 unit, turun 13 persen dari tahun lalu 24.096 unit, dan kendaraan roda 4 sebanyak 53.142 unit atau naik 5 persen dari tahun lalu 50.573 unit,” terangnya.

Untuk memberikan rasa nyaman kepada para pemudik yang akan balik ke daerah rantaunya di Bali, PT. ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Ketapang juga telah menyiapkan tenda di pelataran parkir pelabuhan.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Ketapang Elvi Yoza mengatakan, pemasangan tenda untuk para pemudik yang menggunakan kendaraan roda 2, agar para pemudik tidak kepanasan saat menunggu antrian sebelum naik ke kapal.

“Hal ini untuk meningkatkan pelayanan kami kepada para pemudik yang menggunakan jasa angkutan kapal di pelabuhan Ketapang maupun di Gilimanuk,” ungkapnya.

Dikatakan juga oleh Elvi Yoza, di Pelabuhan Ketapang sendiri, pihak ASDP menyediakan 6 lokasi parkiran yang diberi tenda dengan berbagai ukuran. Sehingga para penumpang terutama yang menggunakan kendaraan roda 2 bisa nyaman ketika menunggu antrian kapal.

Keberadaan tenda bagi pemudik dengan sepeda motor sebelum naik kapal, dirasa sangat membantu para pemudik yang menunggu antrian. Seperti yang diungkapkan Iman, pemudik yang akan kembali ke Bali untuk bekerja.

“Bisa menunggu antrian dengan nyaman,” katanya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.