Pemudik Asal Sapeken Madura Gagal Berlayar Karena Mesin Kapal Rusak

Yovie Wicaksono - 21 June 2017
Kapal Prima Nusantara yang mengalami mati mesin saat mengangkut pemudik asal pulau Sapeken Madura, kembali sandar di pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Karena ada kerusakan mesin pada KMP Prima Nusantara yang sudah berangkat ke Sapeken Madura, memaksa kapal itu harus kembali lagi ke pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi. Ratusan penumpang yang berada di kapal tersebut, mendadak panik namun bisa dikendalikan oleh awak kapal, dan kapal mereka bisa sandar dengan selamat di dermaga Tanjungwangi.

Seperti dialami oleh Husmidah dan anaknya Aliya, yang terpaksa harus turun dari kapal KM Prima Nusantara 01 yang ditumpanginya, setelah kapal itu kembali bersandar ke dermaga Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi.

Kekhawatiran masih terlihat di raut wajahnya usai dijemput Erno Hariyanto, suaminya menuju ke tempat penampungan penumpang. Sesekali, Ia nampak menunjukkan mimik ketakutan kala mendengar informasi kapal tersebut mati mesin. Apalagi, dirinya membawa sang buah hati yang masih kecil.

“Saya bilang mungkin kapal ini mau ke Bali, kata aku sama saudara di dalam. Karena arahnya muter ke selatan. Terus ada yang bilang mungkin menghindari arus,” ungkap Husmidah, Rabu (21/6/2017).

Awal keberangkatan kapal ini berjalan normal. Semua barang dan penumpang naik ke kapal dengan teratur.

“Tadi kok tiba-tiba berhenti di penyeberangan (ASDP), saya di telpon sama suami itu kapalnya rusak jalannya nggak benar, katanya begitu,” ucapnya.

Memang benar, kondisi kapal KM Prima Nusantara tersebut terlihat aneh selepas dari pelabuhan.

“Setelah sandar saya telpon istri saya, saya minta turun saja karena bahaya. Ya kalau matinya di sini gak apa-apa, coba kalau rusaknya di tengah laut. Saya khawatir sama keselamatan istri dan anak saya,” ungkap Erno Hariyanto.

Usai kejadian tersebut, keluarga kecil ini memutuskan tidak melanjutkan perjalanan gratis ke kampung halaman di Sapeken.  Sementara, mereka akan kembali melanjutkan perjalanan menggunakan KM Sabuk Nusantara 56 yang rencananya akan berangkat pada 23 Juni 2017 besok.

“Kita memutuskan berangkat tanggal 23 saja, karena sebenarnya kita punya tiket yang reguler itu. Tadi istri saya pengen cepat pulang jadi pilih ikut yang kapal gratis,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 150 penumpang KM Prima Nusantara 01 masih menunggu kepastian kapan bakal berangkat. Mereka rata-rata masih bertahan di atas kapal, menunggu pemeriksaan petugas pada kapal ini.

Sebelumnya, Kapal Motor (KM) Prima Nusantara 01 yang disiapkan untuk mengangkut penumpang mudik gratis dari Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, ke Pulau Sapeken, Madura diduga mengalami kerusakan mesin. Kapal yang semula telah berangkat Pukul 11.00 WIB dengan 150 orang penumpang itu terpaksa sandar kembali ke Pelabuhan Tanjungwangi.

Informasi sementara dari Koordinator Lapangan Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Ade Sucipto, kapal mengalami kerusakan pada mesin turbo, sehingga gagal melanjutkan perjalanan.

“Saya ditelepon oleh Kapten kapal, bahwa kapal mengalami mati mesin. Jadi saya memutuskan untuk kapal kembali ke pelabuhan. KKM sudah berjanji akan memperbaiki kapal. Karena sparepart kapal harus didatangkan dari Surabaya,” ujarnya.

Menurut Ade Sucipto, kapal Prima Nusantara tidak terkendala karena cuaca buruk, namun hanya kerusakan pada mesin kapal. Setelah semuanya selesai, maka 150 penumpang bisa kembali berangkat.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.