Pemuda Lintas Agama, Bersih – Bersih Seratus Tempat Ibadah di Surabaya

Yovie Wicaksono - 21 November 2018
Salah Satu Peserta Bakti Sosial Kebhinekaan Saat Melakukan Bersih-Bersih di Gereja Katolik Ratu Pecinta Damai Surabaya, Selasa (20/11/2018). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Ratusan pemuda lintas agama di Surabaya, Selasa (20/11/2018), membuktikan kaum milenial sadar dan peduli akan kebhinekaan, dengan cara bersih – bersih seratus tempat ibadah di Surabaya dalam kegiatan Bakti Sosial Kebhinekaan.

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI, Faisal Abdullah  mengatakan, tantangan yang sedang dihadapi sekarang adalah ketidakpedulian pemuda kepada sekitar karena adanya gawai. Ditambahkan, kegiatan ini adalah bentuk penerjemahan dari Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus untuk memupuk kepedulian para pemuda bangsa.

“Kegiatan ini menerjemahkan, membumikan apa yang dimaksud dengan Bhinneka Tunggal Ika, dan itulah yang kita harapkan bahwa kehidupan di Indonesia menjadi aman, tenang, dan damai dibawah Pancasila yang tentunya bukan hanya disebutkan tapi dijalankan,” kata Faisal kepada Super Radio.

Penanggungjawab Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), selaku panitia, Andi Fajar Asti mengatakan tujuan dari Bakti Sosial Kebhinekaan adalah untuk melahirkan pemuda-pemuda yang produktif, kreatif, inovatif, dan mandiri, sehingga siap memasuki persaingan global. Terlebih tantangan para pemuda sangat luar biasa di masa mendatang.

Romo Antonius Karyono, CM dari Gereja Katolik Ratu Pecinta Damai Surabaya, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah satu hal baik untuk mempererat relasi antar umat beragama dalam masyarakat, sehingga satu dengan lainnya memiliki kepedulian, dan berharap ke depan kegiatan akan terus berlanjut.

“Kegiatan ini baik untuk mempererat relasi antar agama dalam masyarakat, sehingga kita ini satu dengan lainnya memiliki kepedulian. Dan saya berharap bahwa ini akan berlanjut terus, bukan hanya bersih-bersih tapi mungkin dialog bersama antar kaum muda, hingga membuahkan kerukunan, menumbuhkan bela NKRI, pancasila, Bhinneka Tunggal Ika ditengah masyarakat,” ujar Romo Karyono.

Romo Karyono juga mendukung seluruh pemuda Indonesia bersatu seperti saat Sumpah Pemuda dulu, dimana tidak ada sekat antara satu dan yang lainnya.

Salah satu peserta Bakti Sosial Kebhinekaan dari UKM Ikatan Kader Penyuluhan Anti Narkoba (IKPAN) UINSA Surabaya, Qanita Zulkarnain mengaku senang menjadi salah satu bagian dalam kegiatan ini.

“Acaranya seru banget, karena kita yang dari kampus Islam dan mayoritas muslim datang ke Gereja bukan hanya sekedar bersih-bersih membantu umat beragama lain, tapi kita juga mendapat pengetahuan yang membuat kita makin terbuka, bahwa kita sesama manusia, harus saling membantu tanpa harus membedakan agamanya” ucap Qanita.

Bakti Sosial Kebhinekaan ini merupakan tahun kedua, dan sudah berjalan selama tiga bulan di 34 provinsi di Indonesia, dimana Surabaya adalah kota terakhir. Bakti Sosial Kebhinekaan sendiri adalah kegiatan pembobotan dari Kirab Pemuda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, yang sasarannya adalah kaum milenial.

Pada 2019 nantinya akan luas lagi, bukan hanya pemuda-pemuda Indonesia, tapi pemuda-pemuda Asia, Eropa, dan luar negeri yang diajak masuk ke Indonesia untuk melihat keberagaman Indonesia. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.