Pemprov Sebut Jumlah Wilayah Kekeringan di Jatim Turun

Petrus - 21 September 2017
Ilustrasi. Pengiriman bantuan air bersih di sebuah desa di Banyuwangi yang mengalami kekeringan (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Kediri – Meski musim kemarau tahun ini berlangsung cukup lama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengklaim jika jumlah daerah yang mengalami musibah kekeringan pada tahun ini jauh lebih turun jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, jika pada tahun sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat ada sekitar 600 daerah di wilayah Kabupaten yang mengalami bencana Kekeringan, untuk tahun ini turun menjadi 400 lebih.

“Kita bersyukur setiap tahun turun. Memang ini kan kemaraunya cukup panjang. Ada beberapa daerah yang coba kita atasi. Misalnya di Bojonegoro,” kata Saifullah Yusuf.

Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah melakukan beberapa upaya, untuk mengatasi krisis air bersih atau kekeringan di berbagai daerah setiap tahunya.

Salah satu kebijakan yang diambil diantaranya dengan melakukan pembangunan bendungan di berbagai daerah, membuatkan sumur bor, serta pemasangan pipanisasi di beberapa titik wilayah yang tiap tahunya selalu mengalami krisis air bersih.

“Makanya kita buatkan sumur bor itu, buatkan bendung-bendung, kita kan punya geomembran. Ada juga kita buatkan pipanisasi,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Wakil Gubernur Jawa Timur, Rabu (20/9/2017) malam.

Dari 400 lebih daerah yang terdampak bencana kekeringan, 200 diantaranya termasuk kategori darurat dan memerlukan bantuan dengan segera.

“Memang kondisinya sulit, tidak bisa diatasi dengan sumur bor jadi perlu pasokan air bersih dan itu dikirim. Bisa diatasi dengan kerjasama antara Pemerintah daerah yang wilayahnya mengalami kekeringan. Ya darurat, ada beberapa tempat,” kata Gus Ipul.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.