Pemprov Persilahkan Jepang Bangun Pabrik Mobil di Jawa Timur

Yovie Wicaksono - 7 June 2017
Gubernur Jawa Timur Soekarwo berbincang dengan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Masaki Tani (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menawarkan investasi kepada Pemerintah Jepang, dengan membangun pabrik mobil di Jawa Timur. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, saat menerima Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Mr. Masaki Tani, di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Selasa (6/6/2017).

Prospek ekonomi di Jawa Timur yang cukup stabil dan cerah, menurut Soekarwo, dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Jepang untuk berinvestasi. Ini dirasa akan menguntungkan investor karena akan mengurangi biaya distribusi yang dapat menekan harga jual,

“Dengan begitu produk yang dijual akan laris terjual,” kata Soekarwo.

Prospek perekonomian Jawa Timur yang cukup stabil dan baik, kata Soekarwo, dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dari tahun ke tahun, yaitu 6,08 persen pada 2013, 5,86 persen pada 2014, 5,44% pada 2015, dan 5,55% pada 2016. Sementara sampai Triwulan I 2017, pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,37 persen (YoY).

Selain itu, pendapatan perkapita atau pendapatan rata-rata penduduk di Jawa Timur terus meningkat. Tahun 2016 pendapatan per kapita mencapai 3.600 Dollar AS, jauh meningkat dari tahun 2009 yang hanya 2.100 Dollar AS. Diprediksi, tahun 2017 ini mencapai  3.900 Dollar AS, dan pada 2020 mendatang dapat mencapai 5.000 Dollar AS.

“Jika pendapatan per kapita naik, maka kelas menengah ikut naik. Artinya, kemampuan daya beli juga meningkat, termasuk dalam membeli mobil. Potensi itulah yang bisa dioptimalkan Jepang jika membangun pabrik disini,” ujar Soekarwo.

Selama ini pabrik mobil Jepang di wilayah Asia Tenggara berada di Thailand, sehingga dibutuhkan ongkos distribusi, dan ongkos-ongkos lainnya dalam proses pengiriman dan penjualan mobil ke Indonesia. Hal itu yang membuat harga jual mobil di konsumen menjadi lebih mahal.

“Dengan didirikannya pabrik di tentu dapat menekan harga, apalagi ditunjang pendapatan perkapita Jatim yang terus naik. Dapat dipastikan produk akan lebih laris. Apalagi Jatim menjadi pusat ekonomi Indonesia bagian Timur yang melayani 120 juta jiwa penduduk,” lanjut Soekarwo.

Gubernur juga membahas investasi dari Jepang senilai sekitar Rp. 2,5 triliun, yang rencananya akan dibawa oleh 40 perusahaan asal Jepang yang telah mengurus ijin prinsip namun belum melakukan realisasi.

“Kami mohon bantuan Bapak Konjen agar ini bisa terealisasi, kami siap membantu jika ada kendala,” imbuhnya.

Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Mr. Masaki Tani, menyatakan kesiapannya untuk mengakomodasi permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, diantaranya dengan mengundang pimpinan perusahaan otomotif besar untuk berbicara lebih lanjut tentang pendirian pabrik di Jawa Timur.

“Kami akan mengundang mereka ke Jawa Timur,” ujarnya.

Jepang dan Indonesia, khususnya Jawa Timur telah menjalin kerjasama sejak lama, baik di bidang budaya, pendidikan, sosial dan kemanusiaan. Soekarwo optimis, kerjasama di bidang ekonomi antara Jawa Timur dan Jepang akan semakin mempererat hubugan kedua belah pihak.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.