Pemprov Jawa Timur Tambah Kurikulum Kompetensi untuk SMA

Petrus - 28 April 2018
Gubernur Jawa Timur Soekarwo meninjau stan pameran hasil karya SMA-SMK (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengambil kebijakan double track atau dua jalur untuk SMA, sebagai solusi mengisi kekosongan proses industrialisasi di Jawa Timur, akibat 90 ribu peluang kerja tidak dapat diisi karena alasan kompetensi.

Dua jalur ini akan dilakukan untuk SMA, karena dalamnya akan terdapat link and match antara pendidikan dengan lowongan tenaga kerja. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, langkah ini diambil untuk menghadapi persaingan global di bidang ketenagakerjaan.

“Penerapan konsep double track untuk menghadapi pertarungan global, dan mengisi tenaga kerja di industri merupakan pengambilan keputusan penting,” ujar Soekarwo, beberapa waktu lalu.

Konsep ini kata Soekarwo, merupakan langkah konkrit Pemprov Jawa Timur untuk meningkatkan sumber daya manusia sekaligus mengatasi pengangguran, yang sesuai dengan tagline pengembangan sumber daya manusia berdaya saing.

Double track pada SMA juga sebagai solusi mengatasi permasalahan siswa lulusan SMA, yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Soekarwo.

Jalur ganda ini, kata Soekarwo, diterapkan dengan menambahkan kurikulum kompetensi di SMA, yakni menyisipkan pendidikan vokasional. Keahlian yang diberikan antara lain bidang teknologi dan rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, agrobisnis dan agro teknologi, perikanan dan kelautan, bisnis dan manajemen, pariwisata, seni rupa dan kriya, serta seni pertunjukkan.

“Begitu lulus dari double track ini, para siswa SMA akan mendapatkan sertifikat dari BSN. Jadi, saat mereka tidak bisa melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi bisa bekerja sesuai keahlian yang dimiliki,” lanjut Soekarwo.

Selain pendidikan formal, double track ini juga berlaku untuk pendidikan non formal, seperti di Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar internasional, SMK Mini dan Bosda Madin.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, SMAN di Jawa Timur terdapat 423 unit terdiri dari 379 akreditasi A, 30 akreditasi B, 2 akreditasi C, dan 12 belum terakreditasi. Sedangkan SMA Swasta di Jawa Timur sebanyak 1.109 unit yang terdiri dari 294 akreditasi A, 438 akreditasi B, 90 akreditasi C, dan 287 belum terakreditasi.

Selain program double track pada SMA, Pemprov Jawa Timur juga telah mengembangkan sekolah khusus membangun karakter wawasan kebangsaan, pada SMAN Taruna Nala di Malang dan SMAN Taruna Angkasa di Madiun.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.