Pemprov Jatim Siap Fasilitasi Wirausaha Pemula untuk Berkembang

Petrus - 22 November 2017
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf Memberikan sambutan kepada seluruh mahasiswa UPH, pada Seminar Peran Kreatif Pemuda dalam Membangun Persatuan Indonesia, di Surabaya (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Bonus demografi yang dimiliki Provinsi Jawa Timur pada 2019 berupa usia produktif generasi muda umur 15-35 tahun, harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah untuk menunjang perkembangan ekonomi di Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menegaskan siap memfasilitasi wirausawan pemula, atau saat ini dikenal dengan startup, agar lebih berkembang. Fasilitasi itu berupa penyediaan tempat khusus yang berfungsi sebagai wadah berkumpulnya para statup di Jawa Timur.

Menurut Saifullah Yusuf, anak muda atau generasi masa kini memiliki cara dan pola pikir yang berbeda, dengan anak zaman lampau. Meski memiliki pola pikir yang berbeda, anak jaman sekarang juga memiliki semangat tinggi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan berbagai macam cara.

“Anak jaman sekarang memiliki kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Namun disisi lain, mereka memiliki kreatifitas maupun inovasi dengan memanfaatkan teknologi,” kata Saifullah Yusuf, pada suatu seminar mengenai ‘Peran Kreatif Pemuda dalam Membangun Persatuan Indonesia’ di Surabaya, Selasa (22/11/2017).

Gus Ipul, sapaan akrab Wakil Gubernur Jawa Timur, menyebut generasi muda lebih senang pada sesuatu yang produktif, positif dan memihak terhadap lingkungan. Pemuda masa kini juga sangat senang dengan kegiatan cinta tanah air, tidak suka dengan kekerasan, berita bohong, atau hal-hal berbau kepalsuan.

“Mereka ingin apa adanya. Jadi ini adalah hal positif yang perlu kita dorong dan fasilitasi. Generasi seperti ini ingin memiliki masa depan yang cerah, sehingga mereka mau bekerja keras dan berusaha secara produktif,” ujar Gus Ipul.

Pemerintah kata Gus Ipul, mengapresiasi semua kegiatan positif dilakukan kaum muda, termasuk kegiatan yang memperkokoh kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa, melalui karya positif yang dibuatnya.

“Saya percaya, mayoritas anak-anak muda Indonesia mempunyai semangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, sekaligus mengisi pembangunan dengan kegiatan enterpreneur,” pungkasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.