Pemkot Surabaya Siagakan Ambulace Baru untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Petrus - 20 January 2018
Fasilitas yang ada pada ambulance NET'S milik Pemkot Surabaya yang diharapkan dapat menekan angka kematian bayi (foto : Istimewa)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menyediakan satu unit ambulance yang diberi nama Neonatal Emergency Transport Net (NET’S). Ambulance ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga Surabaya, terutama untuk menjemput dan membantu persalinan warga yang akan melahirkan bayi di bawah normal.

Ambulance ini dikhususkan untuk menjemput dan membantu persalinan bagi pasien yang akan atau yang sudah melahirkan bayi di bawah normal, atau Berat Badan Lahir Rendah (BBLR),” kata Kepala Dinas Kota Surabaya, Febria Rachmanita.

Ambulance yang beroperasi sejak tahun 2017 ini, merupakan satu-satunya kendaraan layanan kesehatan pertama di Indonesia, dan akan dijadikan pilot project di beberapa kota lain. Fasilitas yang ada di dalam ambulance NET’S cukup lengkap, seperti inkubator beserta kelengkapan alat dan obat, ventilator beserta kelengkapan alat dan obat, peralatan dan obat untuk resusitasi bayi baru lahir, termasuk jackson rees dan T piece resusiator.

“Biasanya kalau mengantar pasien yang hendak melahirkan bayi rendah menggunakan kendaraan pribadi atau umum, nah selama perjalanan kan kurang oksigen dan sebagainya, makanya kami menyediakan alat-alat medis secara lengkap di dalam ambulance ini,” ujarnya.

Selain alat yang lengkap di dalam ambulance, tenaga medis yang handal dan terlatih menangani persalinan ibu yang melahirkan bayi di bawah rendah juga disiapkan, melalui pelatihan yang diikuti tenaga medis RS.Soewandhi dan tenaga ahli medis puskesmas se-Surabaya selama 1 minggu.

“Salah satu pelatihannya adalah menstabilkan suhu dan tingkat kelembapan inkubator, sesuai kondisi bayi yang baru lahir,” imbuhnya.

Diharapkan dengan adanya ambulance ini mampu menekan angka kematian bayi yang lahir di bawah rendah. Selama tahun 2017, jumlah bayi yang meninggal dunia akibat lahir secara rendah sebanyak 200 bayi. Dengan ambulance ini diharapkan mampu menekan angka kematian bayi secara perlahan-lahan.

“Sejauh ini kami sudah melayani 42 bayi dan alhamdulilah semuanya lahir selamat dan sehat,” lanjutnya.

Mobil ambulance sementara hanya berpusat di RS Soewandhi, namun Dinas Kesehatan berencana akan meletakkan layanan transportasi kesehatan tersebut di 5 titik, serta menambah jumlah armada ambulance NET’S yang saat ini hanya 1 unit.

Bagi warga yang belum tahu cara memanfaatkan mobil ambulance NET’S, dapat menghubungi layanan 112. atau jika pasien sudah berada di rumah sakit diharapkan langsung menelepon RS. Soewandhi.

“Sesuai perintah Ibu Wali Kota, kita akan menyebarkan lokasi ambulance di 5 titik, dan akan menambah jumlah armada ambulance yang rencananya tahun ini sudah dalam proses pengadaan,” tandasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.