Pemkot Surabaya Gelar Operasi Pasar dan Bazar Ramadhan untuk Stabilkan Harga Jelang Lebaran

Petrus - 23 May 2017
Ilustrasi. Warga segera menyerbu pasar murah di Sidotopo (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga barang kebutuhan pokok, menjelang bulan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar sejumlah operasi pasar untuk beberapa komoditas penting. Operasi pasar akan melibatkan PD Pasar Surya, serta Rumah Potong Hewan (RPH).

“Kami menggelar operasi pasar sejak Januari lalu di kecamatan, yang kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok seperti beras, gula minyak goreng, bawang dan daging,” kata Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Surtauli Sinurat, Selasa (23/5/2017).

Khusus menyambut bulan puasa Ramadhan, Disperdagin bersama PD Pasar dan PD RPH akan menggelar bazar Ramadhan mulai 26 Mei nanti, selama satu bulan penuh. Bazar Ramadhan akan digelar bergantian di 10 kecamatan di Surabaya, yakni Kecamatan Gayungan (26-28 Mei), Wiyung (29-31 Mei), Terminal Keputih Kecamatan Sukolilo (31 Mei-2 Juni), Sukomanunggal (2-4 Juni), Bulak (5-7 Juni), Benowo (7-9 Juni), Semampir (9-11 Juni), Pakal (12-14 Juni), Tenggilis Mejoyo (15-17 Juni) dan Tandes (17-19 Juni).

“Kami sudah sosialisasi agar masyarakat bisa memanfaatkan agenda ini untuk memenuhi kebutuhan. Apalagi, tidak hanya bahan pokok, tapi juga ada dari produsen dan pelaku UMKM,” lanjut Surtauli.

Selama bazar Ramadhan, stok bahan pokok yang disediakan dua kali lipat dari operasi pasar. Rinciannya beras 15 ton, gula 5 ton, minyak goreng 500 karton, bawang putih 1 ton, bawang merah 1,5 ton, cabai 3 kwintal.

“Untuk beras, disesuaikan kebutuhan. Bila kurang akan ditambah. Untuk rate harga komoditinya, diantaranya beras 5 kg seharga Rp 45 ribu, gula 1 kg seharga Rp 12 kg dan minyak goreng 1 liter seharga Rp 11 ribu,” ujar Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya, Nurul Azzah.

Disampaikan Nurul Azzah, upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok tidak hanya melalui bazar Ramadhan. PD Pasar juga rutin melakukan pemantauan harga 40 jenis komoditi beberapa pasar tradisional di Surabaya, diantaranya beras, gula, minyak goreng, bumbu, daging, ikan dan tepung.

“Ada analisa real day. Bila ada gejala kenaikan harga, kami laporkan ke Pemkot dan kami tindaklanjuti. Soal stok, kami bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” sambung Izzah.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.