Pemkot Surabaya Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Mohon Keselamatan dan Terhindar dari Bencana

Petrus - 7 October 2018

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya bersama jajarannya dari enam agama, menggelar doa bersama di tempat ibadahnya masing-masing, Sabtu (6/10/2018). Doa bersama yang dilakukan serentak di sejumlah lokasi itu untuk mendoakan Kota Surabaya agar selamat dan terhindar dari bencana alam.

Beberapa lokasi yang menjadi tempat doa bersama itu berpusat di Taman Surya depan Balai Kota Surabaya, yang dikhususkan bagi jajaran dan pegawai Pemkot Surabaya yang beragaman Islam. Sedangkan yang beragama Katolik dan Protestan, menggelar doa bersama di Graha Sawunggaling.

Sementara yang beragama Hindu menggelar doa bersama di Pura Jagat Karana, Jalan Ikan Lumba-lumba nomor 1 Surabaya. Sedangkan untuk yang beragama Buddha menggelar doa bersama di Vihara Budayana Jalan Putat Gede nomor 2 Surabaya. Serta bagi yang beragama Konghucu menggelar doa bersama di Klenteng Boen Bio Jalan Kapasan nomor 131 Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengikuti doa bersama di Taman Surya. Ia tampak membaur dan khusyuk dalam doa bersama itu, dan berdoa supaya Surabaya diselamatkan dari berbagai bencana alam.

“Semoga dengan adanya doa bersama ini di tempat ibadah masing-masing, kita bisa diselamatkan dari bencana apapun,” kata Risma.

 

Risma juga berharap supaya doa bersama ini dapat memberikan manfaat kepada Kota Surabaya beserta warganya. Ia pun mengajak semua pihak yang ada di Surabaya, untuk bersama-sama mengamankan Kota Surabaya agar lebih aman, nyaman, dan tenteram, serta terhindar dari musibah apapun.

“Mari bersama-sama kita jaga kota tercinta ini,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Risma juga memohon doa untuk keselamatan 29 staf Pemkot Surabaya yang sudah berangkat ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk membantu para korban gempa dan tsunami.

“Kami mohon doanya agar teman-teman kita yang berangkat ke Palu selalu aman  dan bisa kembali lagi ke Surabaya dalam keadaan selamat,” ujarnya.

“Yang dia bawa itu ada kain kafan, kantong jenazah. Kemudian tiap personil juga kita bekali dengan baju, dan masker. Mereka juga sudah divaksin untuk menjaga tahan tubuhnya,” pungkasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.