Pemkot Madiun Bidik Perdagangan dan Jasa

Yovie Wicaksono - 2 November 2018
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto (kanan) dan Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (kiri) saat memberikan paparan dalam konferensi pers "Festival UMKM dan Pengembangan Ekonomi Daerah Pasca-Tol Trans Jawa dan Double Track Railway" , Kamis (1/11/2018). Foto : (RRI)

SR, Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur membidik sektor perdagangan dan jasa guna meningkatkan dan mengembangkan perekonomiannya setelah pembangunan proyek Tol Trans Jawa dan “Double Track Railway” atau jalur ganda kereta api di wilayahnya selesai dibangun dan beroperasi.

Melansir Antara, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto, mengatakan kedua bidang itu lebih cocok diterapkan di daerah yang dipimpinnya karena sesuai dengan karakter wilayah dan kondisi lingkungan setempat.

“Kota Madiun itu terdapat 27 kelurahan dalam tiga kecamatan. Apabila industri dikembangkan, maka akan menimbulkan permasalahan sosial dan lingkungan. Jangan sampai wilayah Kota Madiun dijadikan sebagai kota industri yang dampaknya terhadap lingkungan akan lebih berat,” ujar Sugeng Rismiyanto saat konferensi pers kegiatan Festival UMKM dan Pengembangan Ekonomi Daerah pasca-Tol Trans Jawa dan Double Track Railway Beroperasi yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri di Madiun, Kamis (1/11/2018).

Pihaknya memberi contoh keberadaan Pabrik Gula Rejo Agung yang berdiri sejak 1894 tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap warga Kota Madiun. Belum lagi efek dari limbahnya.

Oleh karena itu, Pemkot Madiun tidak akan mengembangkan sektor industri yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan terlalu besar.

“Lebih baik mengembangkan bidang lain yang tidak berdampak serius terhadap keseimbangan alam. Seperti perdagangan dan jasa yang memberikan kontribusi bagus terhadap PDRB daerah,” katanya.

Sebagai contoh, perdagangan dan jasa yang berkembang pesat di Kota Madiun di antaranya adalah pembangunan sejumlah hotel berbintang selama lima tahun terakhir.

“Meski Kota Madiun tidak memiliki wisata alam, tapi menginapnya wisatawan tetap di sini (Kota Madiun). Peluang itu yang kita tangkap. Terlebih dengan beroperasinya jalan tol dan jalan ganda rel KA,” katanya.

Demikian juga dengan bisnis kuliner khasnya. Hal itu yang akan dibidik dan dijadikan keunggulan oleh Pemkot Madiun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto, mengatakan pengembangan potensi ekonomi ditentukan dari kebijakan daerah masing-masing. Karena itu, pihak BI memfasilitasi agar peningkatan investasi di wilayah eks-Karesidenan Madiun berjalan lancar.

“Apa yang dilakukan Pemerintah Kota Madiun sudah pas. Menjawab tantangan tersebut, BI Kediri akan menggelar seminar ekonomi yang mengambil tema Upaya Mendorong Pertumbuhan Investasi Manufakur dan Pariwisata di eks-Karesidenan Madiun-Kediri pasca-pembangunan proyek Tol Trans Jawa dan Double Track Railway,” kata dia.

Adapun, seminar ekonomi tersebut merupakan bagian dari serangkaian kegiatan Festival UMKM dan Pengembangan Ekonomi Daerah Pasca-Tol Trans Jawa dan “Double Track Railway yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kediri di Kota Madiun mulai tanggal 2-4 November 2018.

Narasumber yang dilibatkan dalam seminar tersebut, di antaranya Gubernur Jatim Soekarwo, Kepala kantor Perwakilan BI Provinsi Jatim, Direktur PT SIER, Wali Kota Madiun, Bupati Madiun, dan INKA.
Selain Festival UMKM dan seminar, juga digelar kegiatan bazar kopi rakyat, temu responden, keuangan inklusi, klinik bisnis, dan kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.