Pemkab Ponorogo Bagikan 40 Mobil Siaga Desa

Petrus - 21 November 2017
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menyerahkan 40 mobil siaga desa kepada kepala desa yang desanya terpilih (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Sebanyak 40 mobil siaga desa dibagikan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni di Alun-alun Ponorogo, Senin (20/11/2017). Pemilihan 40 desa ini berdasarkan peringkat dari 281 desa yang ada di bumi Reog Ponorogo.

Progam ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat di Ponorogo, yang secara geografis relatif ekstrim. Hampir 50 persen berada di daerah terpencil dan terjal, sehingga terkadang di daerah-daerah tersebut mengalami kesulitan bila masyarakat membutuhkan mobilisasi yang cepat.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menuturkan, ranking penerimaan mobil siaga desa berdasarkan lima kategori, pertama tingkat kemiskinan, kedua pertumbuhan ekonomi, ketiga jumlah penduduk, keempat jarak dengan pelayanan kesehatan terdekat.

“Kelima, indeks kesulitan geografis (IKG), mengingat Ponorogo dikelilingi wilayah pegunungan terjal,” tutur Ipong.

Contohnya di kecamatan Ngrayun mendapatkan mobil siaga desa paling banyak, karena daerah tersebut memang tergolong wilayah yang sulit. Jadi mobil siaga desa ini dimaksudkan untuk membantu kelancaran mobilitas warga, dalam berbagai masalah yang dihadapi berserta solusinya.

“Kecamatan Ngrayun ada 9 unit mobil siaga desa yang diberikan, mengingat semua wilayah Ngrayun berada di daerah pegunungan terjal. Jadi, sementara diambil 9 dulu untuk pemerataan dengan wilayah lainnya,” jelasnya.

Dengan adanya mobil siaga desa ini, diharapkan bisa membantu masyarakat dalam berbagai aktifitas, seperti saat terkena musibah, orang sakit, orang meninggal atau keperluan masyarakat lainnya. Menariknya, meski digunakan untuk masyarakat, pemanfaatan mobil siaga desa ini gratis atau tidak dipungut biaya karena biaya operasional dan pengadaan sopir diambil dari dana desa.

“Ini gratis, kalau ada yang meminta bayaran itu namanya pungutan liar, tidak boleh,” ujarnya.

Pengadaan mobil siaga desa ini membutuhkan dana sebesar Rp 8 milyar yang diambilkan dari APBD 2017. Rencananya, tahun 2018 mendatang juga akan ada pengadaan mobil siaga desa sebanyak 50 unit.

“Targetnya 100 unit, tapi saya masih cari cara untuk dapat uang supaya nambah jangan 50 unit, kalau bisa ya lebih, syukur-syukur 100 unit,” lanjutnya.

Ipong menambahkan, mobil siaga desa juga bisa diperuntukkan untuk mengantar anak sekolah atau hajatan warga, asal memang tidak digunakan warga yang sakit atau meninggal. Iping berharap agar keberadaan mobil siaga desa ini benar-benar untuk kepentingan masyarakat desa.

“Mobil siaga desa ini tupoksi di Dinas Kesehatan, tetapi mulai tahun depan masuk ke dalam tupoksi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, karena ini lebih tepat,” tegasnya.

Selain itu, ia mewanti-wanti kepada kepala desa agar merawat dengan baik mobil itu, karena mobil dapat ditarik kembali bila tidak digunakan dengan baik.

“Mobil ini aset Pemkab Ponorogo, yang hanya dipinjam pakai ke desa-desa, jadi bukan bantuan,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.