Pemkab Malang Dorong Inovasi Lahirkan Wisata Baru Berbasis Perdesaan

Yovie Wicaksono - 5 January 2019

SR, Malang – Pemerintah Kabupaten Malang mendorong adanya inovasi dan kreativitas dari masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk melahirkan daerah tujuan wisata baru berbasis perdesaan, guna mengangkat perekonomian warga setempat.

Wakil Bupati Malang Sanusi mengatakan, untuk melahirkan destinasi (daerah tujuan) wisata baru khususnya di Kabupaten Malang tersebut, harus sesuai dengan Sapta Pesona, yang meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

“Angkat potensi wisata yang ada. Jika belum ada, mari ciptakan inovasi dan kreativitas, hingga melahirkan tempat wisata, agar semua desa mampu menuju pariwisata berbasis perdesaan,” kata Sanusi kepada Antara, di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Jumat (4/1/2019).

Menurut Sanusi, nantinya setiap desa yang tersebar di 33 kecamatan di Kabupaten Malang bisa memiliki destinasi wisata andalan. Hal tersebut merupakan salah satu dari tiga prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang, berupa optimalisasi potensi sektor pariwisata.

Salah satu contoh yang dimiliki Kabupaten Malang adalah Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, dan Desa Gubuglakah, Kecamatan Poncokusumo, yang kini menjelma sebagai desa wisata berkelas nasional. Dengan memiliki destinasi wisata tersebut, roda perekonomian juga bisa diputar.

Desa Pujon Kidul, dari sebuah lahan persawahan milik desa seluas tiga hektare, kini telah menghasilkan pendapatan sebesar Rp10 miliar per tahun dari hasil mengolah Cafe Sawah yang menjual keindahan alam, pelayanan dan produk kuliner, serta lainnya.

Sementara untuk Desa Gubuglakah, merupakan destinasi wisata yang letaknya dekat dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan di Turen yang memiliki wisata religi di Pondok Bihaaru dan Boonpring yang potensinya masih bisa terus dikembangkan.

“Keberadaan keduanya juga bisa memberi dampak perekonomian masyarakat di sekitarnya,” ujar Sanusi.

Pemerintah Kabupaten Malang pada 2018 menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai tujuh juta orang. Namun, hingga November 2018, jumlah kunjungan wisatawan yang didominasi wisatawan domestik tersebut baru sekitar 4,6 juta orang. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.