Pemkot Kediri Tawarkan Solusi Menangani Limbah Popok

Petrus - 26 September 2017
Aksi Tim Brigade Evakuasi Popok di kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Tim Brigade Evakuasi Popok telah mengumpulkan sekitar 3 kwintal limbah popok, selama beberapa hari berada di Kediri. Sampah popok itu didapatkan dari 7 titik jembatan yang dibawahnya mengalir sungai Brantas.

Kebanyakan sampah popok tersebut berupa popok bayi atau anak-anak, serta ada juga popok dewasa dan pembalut wanita. Limbah popok tersebut kemudian dibawa ke kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, untuk selanjutnya dihancurkan di TPA setempat melalui cara Sanitary Landfill.

Kedatangan tim Brigade Evakuasi Popok ini ditemui langsung oleh Kepala Dinas DLHKP Kota Kediri Didik Tjatur, yang dilanjutkan dengan diskusi mengenai permasalahan limbah popok sera solusi penanganannya.

Dari diskusi tersebut, tercetus beberapa solusi diantaranya DLKHP Kota Kediri akan melakukan pemasangan kamera CCTV di beberapa jembatan yang dibawahnya di aliri sungai Brantas.

Pemasangan kamera CCTV kata Didik, dimaksudkan untuk melakukan pengawasan sekaligus pemantauan kepada masyarakat yang melakukan pembuangan sampah secara langsung ke sungai.

“Kita rencanakan memasang kamera CCTV, nanti dianggarkan di tahun 2018. Setiap jembatan insyaallah kita pasang. Mereka yang ketika melempar ini, bisa kelihatan kamera CCTV. Besoknya kita tindak lanjuti dan kita cari,” terang Didik Tjatur, Selasa (26/9/2017).

Selain pemasangan kamera CCTV, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, untuk melakukan edukasi atau penyuluhan di rumah sakit maupun Puskesmas, kepada ibu muda di Kediri agar tidak membuang popok sembarangan ke sungai.

Upaya selanjutnya adalah meningkatkan kinerja atau pengawasan Satgas Sampah 315, untuk mengambil langkah respresif kepada oknum warga yang suka membuang sampah tidak pada tempatnya.

Didik Tjatur mengakui, meski pihaknya sudah berulang kali melakukan sosialisasi maupun penindakan kepada oknum warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan, namun masih saja ada orang yang melanggar.

“Namanya perilaku ya, tidak semua orang memahami prilaku hidup sehat. Nyatanya masih ada beberapa orang saja yang biasa membuang popok. Padahal di kampung-kampung sudah ada satgas, tetapi nampaknya masih ada saja. Ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita,” ujarnya.

Disamping itu, pihak DLHKP juga mempunyai gagasan untuk memproduksi popok kain yang mudah dibersihkan dan bisa dipakai lagi. Produksi atau pembuatan popok kain nantinya bisa dikerjakan melalui kader bank sampah yang ada di berbagai kelurahan.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.