Pemkab Banyuwangi Sinergikan Layanan Ojek Online Dengan Program Pengiriman Obat Gratis

Petrus - 17 December 2017
Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufik Hidayat saat memberi materi Progam Gancang Aron kepada pengemudi Go-Jek (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama perusahaan pengembang platform digital Go-Jek, meresmikan shelter pengiriman obat secara gratis ke warga miskin, di RSUD Blambangan, Sabtu, (17/12/2017). Pengiriman obat ini masuk program ‘Gancang Aron’ yang dalam bahasa setempat berarti ‘Lekas Sembuh’.

Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, inovasi sosial yang dipandu teknologi informasi ini berangkat dari masalah antrian untuk mendapatkan obat yang dialami oleh keluarga pasien. Melalui program ini, obat akan diantar langsung oleh pengemudi Go-Jek kepada keluarga pasien.

“Kan kasihan, sudah sakit, masih harus antre. Nah dengan program ini, pasien langsung pulang, obatnya diantar driver Go-Jek yang telah dilatih khusus untuk pengiriman obat yang aman. Kami berkoordinasi dengan teman-teman apoteker dan Kementerian Kesehatan untuk program ini,” papar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menurut Azwar Anas, kolaborasi menjadi hal wajib yang harus dilakukan pemerintah untuk mempercepat penyelesaian masalah di masyarakat. Selama ini, pemerintah jalan sendiri, swasta juga jalan sendiri. Padahal jika keduanya berkolaborasi, solusi untuk memudahkan warga dapat semakin cepat dihadirkan.

“Ini adalah wujud pemerintahan kolaboratif. Pemerintah merangkul inovasi sosial di masyarakat untuk memudahkan warga. Sudah tidak zamannya jalan sendiri-sendiri. Zaman now harus kolaborasi,” ujar Azwar Anas.

Sementara itu CEO Go-Jek Nadiem Makarim berharap, kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik. Secara khusus Nadiem mengapresiasi Pemkab Banyuwangi, yang terbuka pada inovasi dan kolaborasi.

“Kami sangat antusias karena Pemkab Banyuwangi dapat melihat bagaimana teknologi bisa mendorong pelayanan publik yang sudah baik, menjadi jauh lebih baik, dan menyentuh jauh lebih banyak lapisan masyarakat,” ujar Nadiem Makarim.

“Kami berharap program ini bisa memberikan inspirasi bagi banyak pihak, termasuk perusahaan-perusahaan teknologi lainnya, agar bisa semakin berpartisipasi mendukung program pemerintah di berbagai sektor,” imbuh Nadiem.

Pada H-1 Launching Progam Gancang Aron, RSUD Blambagan Banyuwangi memberikan pembekalan terhadap 15 pengemudi Go-Jek di Banyuwangi, mengenai pendistribusian obat yang benar dan aman.

Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, dr. Taufik Hidayat mengatakan, sebelumnya saat soft launching Progam Gancang Aron yang artinya Lekas Sembuh tersebut, RSUD Blambangan melibatkan 13 apoteker untuk menangani pendistribusian obat ke rumah-rumah pasien. Menjelang launching berikutnya, RSUD Blambangan Banyuwangi juga melibatkan layanan platform digital Go-Jek Indonesia.

“Dengan melibatkan Gojek, progam pelayanan kesehatan ini bisa memudahkan masyarakat dalam urusan pengambilan obat. Termasuk bisa mengurangi antrian pengambilan obat di apotek rumah sakit, sehingga pasien tidak perlu lagi repot untuk antri obat,” ungkap Taufik Hidayat.

Terkait dengan jangkauan mendistribusiakan obat, awak Go-Jek dapat mencakup wilayah sekitar Banyuwangi Kota, yaitu 18 kelurahan se-Kecamatan Banyuwangi, ditambah Desa Tamansari Krajan, Licin Krajan, Banjarsari Krajan, Grogol Krajan, dan Desa Pakistaji di Kecamatan Kabat.

“Tidak menutup kemungkinan, luasan wilayah pendistribusian obat dapat bertambah, melihat kebutuhan untuk pelayanan kesehatan juga cukup tinggi,” pungkas Taufik.

Selain program Gancang Aron, RSUD Blambangan juga memiliki program Kartu Gandrung (Gerakan Asuhan Nyata pada Pasien Disabilitas, Risiko Tinggi Penyakit Berat, Usia Lanjut, dan Gravida/wanita hamil). Pemegang kartu ini langsung mendapatkan pelayanan tanpa antri karena disediakan loket khusus.

Pada kesempatan yang sama, Go-Jek melalui Go-Car juga menjalin sinergi dengan Taksi Bosowa dan Taksi Banyuwangi, sehingga pengguna Go-Car bisa menikmati layanan taksi lokal.

“Ini memudahkan masyarakat untuk lebih mobile. Terlebih, Banyuwangi merupakan daerah tujuan wisata, sehingga turis tidak perlu khawatir kalau ingin bepergian. Begitu tiba di bandara, terminal, atau pelabuhan, bisa membuka aplikasi untuk memesan kendaraan, dan bisa mendapatkan layanan taksi lokal,” ujar Malikulkusno Utomo, Senior Vice President Government Relations Go-Jek.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.