Pemilu 2019, AJI Bojonegoro Serukan Jurnalis Netral

Yovie Wicaksono - 20 March 2019
Koordinator Bidang Pendidikan, Komunikasi dan Data AJI Bojonegoro, Tulus BS, saat Melakukan Kampanye di Kejari Bojonegoro, Rabu (20/3/2019). Foto : (AJI Bojonegoro)

SR, Bojonegoro – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro mengajak  jurnalis bersikap netral dan tidak menjadi juru kampanye (jurkam) dalam proses pemilu 2019.

Menurut ketua AJI Bojonegoro, Amrullah Ali Moebin, profesi jurnalis memiliki tanggung jawab besar kepada publik, sehingga penting bagi organisasi profesi untuk mengkampanyekan independensi dan netralitas. Marwah jurnalistik yang idealnya memberikan secaro obyektif harus selalu dijaga.

“Kami sebagai organisasi profesi jurnalis seperti memiliki kewajiban moral untuk selalu mengingatkan independensi dan netralitas di masa pemilu, jangan sampai juga jurnalis jadi juru kampanye,” kata pria yang akrab disapa Aam ini, Rabu (20/3/2019).

Terkait ajakan ini, AJI Bojonegoro menggelar kampanye untuk sosialisasi seputar jargon ‘Jurnalis Bukan Jurkam dan Jurnalisme Tanpa Amplop’ di beberapa instansi. Aam bersama anggota lainnya juga mengunjungi KPU Bojonegoro, Kejari Bojonegoro dan Polres Bojonegoro.

Kampanye ini dilakukan sebagai pengingat, karena sejatinya peran jurnalis sebagai pengawas dalam perhelatan Pemilu dan bukan sebagai pejuang para kepentingan pribadi.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pendidikan, Komunikasi dan Data AJI Bojonegoro, Tulus BS mengatakan apabila jurnalis ikut-ikutan mendukung salah satu calon dan menjadi juru kampanye tentu sangat mencederai profesi jurnalis. Perlu selalu diingat, jurnalis hadir untuk publik, bukan untuk golongan tertentu.

“Profesinalisme jurnalis harus obyektif, independen, dan netral tanpa memihak golongan manapun,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.