Pemerintah Verifikasi Penyekapan 300 BMI di Arab Saudi

Yovie Wicaksono - 3 April 2017
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Saat Pertemuan dengan Menteri Besar Penang, Tun Dato Seri Utama Haji Abdul Rahman, di Puri Seri Mutiara, Penang, Sabtu (18/3/2017). (Foto : Kementrian Luar Negeri RI)

SR, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pihaknya masih mencari informasi terkait 300 tenaga kerja Indonesia yang disekap dan disiksa di Riyadh, Arab Saudi. Menurutnya, berita tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu.

“Jadi berita itu harus diverifikasi dulu. Tetapi KJRI kita sudah bertindak cepat, KJRI sudah melakukan action bagi pada pemerintah atau pun otoritas setempat dengan perusahaannya,” kata Menlu Retno di Jakarta, Senin (3/4/2017).

Dikatakan, pemerintah tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan penyalur BMI apabila penyalurannya tidak dilakukan sesuai prosedur, baik izin maupun rekrutmen.

“Tidak bisa hal-hal seperti ini diteruskan, selalu ada banyak tenaga kerja kita yang dikirim secara tidak prosedural padahal hak-hak mereka harus dilindungi,” tegas Retno.

Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan ada sekitar 300 BMI yang mendapat perlakuan tidak manusiawi berupa penyekapan dan penyiksaan di Riyadh, Arab Saudi. Sebagian besar BMI itu berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kasus ini kini ditangani KBRI Riyadh dan mendapat dukungan pengusutan dari pemerintah Arab Saudi. Lokasi penyekapan dan pembuangan korban sampai saat ini masih belum diketahui. (ns/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.