Pemerintah Pusat Bangun Jembatan Penghubung Kediri-Tulungagung

Petrus - 16 May 2017
Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, menghadiri pemancangan tiang pertama pembangunan jembatan Kediri-Tulunganggung (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan penghubung antara dua Kecamatan di Kabupaten Kediri. Jembatan lintas sungai Brantas yang menghubungkan wilayah Kecamatan Mojo dengan Kecamatan Ngadiluwih, merupakan jalur yang utama yang menghubungkan antara Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Tulungagung.

Anggaran dana pembangunan jembatan ini diperkiran membutuhkan sekitar Rp. 52 miliar, dengan rincian Rp. 32 miliar untuk implemen atau sarana kelengkapan, dan Rp. 20 miliar untuk pembangunan rangka jembatan. Jembatan dengan panjang bentang 180 meter ini, ditargetkan selesai pembangunannya pada akhir Desember 2017.

Persemian tiang pancang pertama ini, dihadiri oleh Seketaris Kabinet Pramono Anung, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono.

Seketaris Kabinet Pramono Anung berharap, dengan adanya jembatan penghubung lintas sungai Brantas ini, nantinya dapat menopang perekonomian masyarakat, terutama untuk produk hasil pertanian dan perkebunan. Ia memaparkan, jika sebelum adanya pembangunan jembatan, petani mengeluarkan biaya pengiriman yang cukup tinggi.

“Biaya transportasi untuk menjual produknya terutama hasil pertanian dan perkebunan, tidak mengeluarkan biaya yang tinggi dengan adanya ini. Harapanya jembatan bisa selesai dan bermanfaat bagi masyarakat di sini,” ujar Pramono Anung, Senin (15/5/2017) sore.

Hadirinya jembatan penghubung ini diyakini akan menekan harga komoditas pertanian dan perkebunan, terutama dari sektor transportasi yang selama ini menyumbang kenaikan harga sembako maupun hasil pertanian dan perkebunan lainnya.

Pembangunan jembatan dilaksanakan oleh kontraktor lokal, dengan proses tender terbuka dan transparan. Pramono menegaskan bahwa pembebasan lahan saat ini telah selesai semuanya, termasuk untuk lahan rel kereta api.

“Kami segera koordinasi dengan Menteri Perhubungan, supaya ada pelebaran,” tandasnya.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.