Pemerintah Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Rusia

Yovie Wicaksono - 16 February 2019
Menko Polhukam Wiranto Saat di Moskow, Rusia, Jumat (15/2/2019). Foto : (Istimewa)

SR, Moskow – Dalam Forum Konsultasi Bilateral (FKB), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto bersama dengan Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Nikolay Patrushev sepakat memperkuat kerjasama kedua negara dalam bidang keamanan, counter terorisme, keamanan siber, serta penanggulangan bencana.

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak juga sepakat memperkuat kerja sama tukar menukar informasi data teroris dan sumber jalur keuangan bagi pendanaan terorisme, serta berkomitmen untuk memperluas kerja sama di bidang monitoring system atas lalu lintas keuangan perdagangan narkoba yang diduga menjadi sumber pendanaan kegiatan terorisme.

“Dalam FKB ini kami telah membahas berbagai isu-isu bilateral, regional maupun global yang menjadi kepentingan bersama seperti pencegahan terorisme dan radikalisme, pemberantasan dan pencegahan peredaran obat terlarang, penanganan situasi tanggap darurat bencana alam, dan beberapa isu kawasan dan global lainnya,” ujar Wiranto, Jumat (15/2/2019).

Wiranto menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjalin kerjasama dalam bidang alutsista yang disertai dengan alih teknologi.

Dikatakan, kedua pihak juga setuju untuk memperkuat kerja sama dan memelihara stabilitas dan keamanan kawasan dan global, karena kawasan yang stabil dan aman akan mendorong peningkatan ekonomi dan menciptakan kesejahateraan bagi negara-negara di kawasan.

Indonesia menyambut baik dukungan Rusia terhadap konsep Indo-Pacific yang diajukan Indonesia yang menurut Rusia lebih realistis dan mengakui peran sentral ASEAN.

Rusia juga mengharapkan dukungan Indonesia, selaku koordinator kerjasama ASEAN-Rusia saat ini, untuk mendorong terwujudnya kerjasama yang lebih konkrit antara ASEAN dengan Shanghai Cooperation Organization (SCO).

Selama berada di Moskow, mantan Panglima ABRI ini juga melakukan kunjungan ke Radio Technics Institute (RTI) dan Roscosmos (State Corporation for Space Activities) untuk melihat kemampuan teknologi Rusia dalam penanganan, pengendalian serta memprediksi terjadinya bencana alam.

“Saya akan meminta instansi terkait di Indonesia untuk mempelajari teknologi yang dikembangkan Rusia khususnya yang terkait dengan manajemen bencana dan mampu memprediksi kemungkinan timbulnya bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami dan membangun kerjasama dengan mitranya di Rusia,” kata Wiranto.

Konsultasi Bilateral Menko Polhukam Wiranto dengan Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Patrushev di Moskow tersebut merupakan pertemuan yang rutin dilaksanakan tiap tahun dan tempatnya dilakukan secara bergantian. FKB keenam direncanakan akan dilakukan di Indonesia pada tahun 2020. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.