Pemerintah Fokus Perawatan Shinta, TKI Sakit di Taiwan

Yovie Wicaksono - 19 November 2018
Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, Menyempatkan Diri Menjenguk Shinta di Rumah Sakit, Awal November. Foto : (Istimewa)

SR, Taiwan – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, terus memberikan perawatan dan mengupayakan pemulangan bagi TKI Shinta Danuar yang sudah 4 tahun dirawat di rumah sakit di Taipei. Sejak awal KDEI memonitor perkembangan kondisi Shinta dan terus menjajaki kemungkinan Shinta dipulangkan dan dilanjutkan perawatannya di Indonesia.

Dokter yang merawat di Rumah Sakit Pinghe Hsincu, Taipei, menilai hingga saat ini TKW asal Banyumas tersebut belum memungkinkan untuk diterbangkan (tidak fit to fly).

“Kami sangat memahami harapan keluarga untuk memulangkan Shinta. Namun kondisi Shinta saat ini masih belum memungkinkan, salah satunya karena masih tergantung kepada life support. Kami akan terus memonitor perkembangannya dari hari ke hari dan akan mengurus pemulangannya segera setelah tim Emergency Medical Service (EMS) Taiwan mengeluarkan rekomendasi”, ujar Kepala KDEI Taipei, Dedi Sumedi, dalam keterangan pers yang diterima Super Radio, Senin (19/11/2018).

Shinta Danuar berangkat ke Taipei untuk bekerja sebagai caregiver pada awal 2014. Shinta diberangkatkan oleh sebuah perusahaan pengerah tenaga kerja di Jakarta Barat. Shinta mulai dirawat di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Pinghe Hsincu, Taipei, sejak 31 Desember 2014, hanya 9 bulan setelah bekerja sebagai caregiver. Shinta dirawat karena didiagnosa terserang virus di tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan dan infeksi.

“KDEI pastikan perusahaan pengirim memenuhi hak-hak Shinta dan ikut berkontribusi dalam penanganan masalah yang dihadapi Shinta, karena Shinta mengalami sakit dalam masa kontrak”, terang Kepala Bidang Perlindungan WNI KDEI Taipei, Fajar Nuradi.

Dalam kunjungannya ke Taipei awal November lalu, Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, menyempatkan diri menjenguk Shinta di rumah sakit. Dalam kunjungan tersebut Nusron memastikan BNP2TKI bersama KDEI Taipei akan memberikan bantuan bagi Shinta.

Sementara itu, untuk mengarusutamakan pemberian perlindungan bagi WNI di Taiwan, sejak bulan September lalu, Kementerian Perdagangan sebagai induk KDEI Taipei dengan dukungan Kementerian Luar Negeri telah membentuk bagian baru dalam struktur KDEI Taipei yang akan fokus kepada penguatan perlindungan bagi WNI di Taiwan.

Terdapat sekitar 300 ribu WNI di Taiwan saat ini yang pemberian perlindungannya dikoordinasikan oleh KDEI Taipei. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.