Pemerintah Fokus Evakuasi Korban dan Pemetaan Kawasan Rawan Bencana di Nganjuk

Petrus - 12 April 2017
Wagub Jatim Saifullah Yusuf bersama warga setempat berdoa bersama untuk keluarga para korban bencana alam longsor di Kabupaten Nganjuk (foto : Humas Pemprov Jawa Timur)

SR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama TNI, Polri, Basarnas dan semua pihak, memfokuskan diri pada upaya evakuasi terhadap lima korban bencana longsor di perbukitan Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Proses evakuasi akan diawali dengan memasukkan alat berat ke lokasi bencana, meski medan yang akan dilalui sangat sulit.

“Evakuasi ini akan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Letkol Arh Sri Rusyono” kata Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur.

Selain melakukan evakuasi dengan sabar, pemerintah akan melakukan pemetaan kawasan yang masuk kategori zona merah atau zona aman. Keputusan ini dianggap penting, karena kawasan tersebut nanti akan steril dari permukiman penduduk ataupun lahan pertanian, atau sebaliknya masih bisa digunakan untuk bertani atau tidak.

“Ini harus diputuskan oleh Bupati bersama Forpimda dan swasta, apakah ini masuk zona merah atau tidak? Kemudian, apakah masih ada peluang untuk digunakan bertani oleh warga atau tidak? Jika tidak, bagaimana solusi bagi warga yang mata pencahariannya dari bertani tersebut? Ini demi keamanan semuanya,” terang Saifullah Yusuf.

Wakil Gubernur mengatakan, ada lebih dari 300 daerah rawan bencana di Jawa Timur, yang di setiap Kabupaten/ Kota diperkirakan terdapat 10 daerah rawan bencana longsor, yang dimulai dari retakan rendah, sedang, sampai retakan tinggi.

Belajar dari peristiwa ini, Wakil Gubernur meminta masyarakat menyadari kerawanan ini, sehingga dapat mengantisipasi dan menghindari zona rawan longsor dari aktivitas masyarakat. Sebenarnya longsor di Ngetos sudah diketahui sebelumnya oleh masyarakat sekitarnya,  namun kesadaran dan kepedulian masyarakat yang harus ditingkatkan.

Sementara itu sebanyak 70 kepala keluarga di Ngetos akan diungsikan ke tempat yang lebih aman, meski jarak antara permukiman warga dengan lokasi longsor cukup jauh. Di lokasi saat ini juga sudah didirikan dapur umum serta tenda darurat, untuk memenuhi kebutuhan pengungsi akan logistik maupun bantuan medis yang disiapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.