Pemerintah Banyak Program Kerakyatan untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Yovie Wicaksono - 28 February 2019
Presiden Jokowi Mencicipi Salah Satu Produk UMKM di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, Rabu (27/2/2019). Foto : (Biro Pers Presiden)

SR, Tasikmalaya – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kurang lebih 600 pelaku usaha tani dan ternak digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, Rabu (27/2/2019).

Pemerintah saat ini hendak mendorong penyaluran KUR kepada pelaku-pelaku usaha di sektor produksi. Hal ini dimaksudkan agar produktivitas para pelaku usaha dapat meningkat sekaligus memberikan peluang bagi mereka untuk mengembangkan usahanya.

“Kalau pinjam KUR bunganya berapa sih? Tujuh persen setahun. Harus tau. Karena kalau bukan KUR itu mahal, bukan segitu. Ini KUR disubsidi oleh pemerintah,” kata Presiden menjelaskan keuntungan program KUR yang dijalankan ini.

Presiden mengatakan, pemerintah saat ini memiliki banyak sekali program-program kerakyatan dan umat, tujuannya agar ekonomi rakyat dan umat mampu berkembang lebih jauh. Untuk itu, ia meminta kepada para pelaku UMKM untuk benar-benar memanfaatkan sejumlah program tersebut.

“Pemerintah sekarang ini punya program-program ekonomi umat dan program ekonomi rakyat. Yang pertama, ada yang namanya program Mekaar,” kata Presiden.

Program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) merupakan layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok bagi ibu-ibu prasejahtera. Layanan tersebut menyediakan bantuan pembiayaan dengan besaran Rp2 hingga Rp5 juta yang diberikan bertahap tanpa jaminan.

Program Mekaar ini telah berjalan selama beberapa tahun belakangan dengan melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para nasabahnya di sejumlah daerah. Dalam jangka panjang, para nasabah Mekaar yang sebagian besar merupakan pelaku usaha supermikro diharapkan mampu mengembangkan usahanya dan beranjak tingkatan menjadi usaha kecil atau menengah.

Selain Mekaar, ada juga program serupa berupa Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang menyasar kepada usaha mikro yang berada di lapisan terbawah dan belum bisa difasilitasi perbankan.

“Ada juga program yang namanya UMi. Itu lebih kecil lagi. Juga sama, bisa dipakai untuk usaha-usaha kecil-kecil yang di rumah,” kata Presiden.

Khusus lingkungan pondok pesantren, pemerintah juga memiliki program Bank Wakaf Mikro yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. Program ini hendak menyasar para santri maupun masyarakat yang berada di sekitar lingkungan pondok pesantren untuk memulai usaha ataupun mengembangkan usaha yang telah ada.

“Bank Wakaf Mikro ini telah didirikan di 44 pondok pesantren. Satu pondok diberikan modal kurang lebih Rp8 miliar,” tutur Kepala Negara.

Kepala Negara mengatakan, program tersebut telah berjalan selama dua tahun belakangan. Ke depannya, pemerintah akan membangun lebih banyak lagi Bank Wakaf Mikro di pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia.

“Ini sudah berjalan dua tahun. Mau kita evaluasi dan perbaiki. Nanti pondok-pondok yang lain juga akan diberikan Bank Wakaf Mikro,” ujar Presiden.

Presiden berharap agar masyarakat betul-betul memanfaatkan sejumlah program tersebut. Pemerintah memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan melalui sektor usaha.

“Saya harapkan nantinya program seperti yang kita berikan pada sore hari ini bisa terus kita perbanyak dan tingkatkan sehingga ekonomi rakyat, ekonomi umat, betul-betul mendapatkan manfaat dari setiap program yang ada,” kata Kepala Negara.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.