Pembuat Tahu Kediri Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Impor

Petrus - 7 September 2018
SR, Kediri – Sejak beberapa hari terakhir ini, sejumlah pengrajin tahu di Kediri Jawa Timur mengeluh. Keluhan ini dikarenakan adanya kenaikan harga kedelai Import Amerika.Mereka sangat bergantung pada Kedelai Import Amerika karena kualitasnya dianggap lebih bagus ketimbang kedelai lokal, jika digunakan untuk bahan dasar pembuatan tahu kuning.
Dikatakan Marfuah (54) pengrajin sekaligus pemilik usaha makanan khas ole ole Kediri asal Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Harga Kedelai Import mengalami kenaikan semenjak dua minggu terakhir ini. Meski harga kedelai ImportĀ  naik namun untuk ketersediaan pasokan masih ada. ” setiap harinya kita bisa membuat 5 ribu biji tahu. Bahan untuk membuat tahu, kita pakai Kedelai Import. Sebelumnya harga Kediri Import per satu kilonya dijual 7 ribu, kini naik menjadi 7 ribu 300 rupiah. ” Beber Ibu tiga anak ini Jum,at ( 7/9) siang.
Meski harga bahan dasar makanan tahu naik, Marfuah mengaku tidak ada niatan baginya bermaksud untuk mengurangi ukuran porsi tahu yang ia jual. Menurutnya untuk porsi ukuran tahu masih tetap sama, dan harganya pun juga tidak mengalami kenaikan. ” untuk tahu satu biji kita jual seribu, biasanya dijual kembali oleh pedagang dengan harga lebih dipasar.” Jelasnya.
Tidak hanya makanan tahu, usaha yang telah dilakoninya sejak tahun 1987 ini juga menjual produk stik tahu. Harga jual stik tahu ukuran berat 1 ons dijual kemasan plastik seharga 8 ribu. Karena jumlah permintaan stik tahu tidak begitu banyak, proses produksi pembuatanya hanya dilakukan tiga kali dalam seminggu.
Diketahui, ternyata tidak hanya harga kedelai import yang naik. Bahan dasar, berupa pewarna makanan juga ikut ikutan naik. ” Biasanya untuk takaran 1 kilo, kita beli 100 ribu, sekarang naik menjadi 110 ribu, mas. “.
Selain persoalan harga bahan dasar tahu,yang mengalami kenaikan. Pada periode bulan Agustust lalu untuk omzet penjualan mengalami penurunan sekitar 2 persen. Namun menginjak bulan September saat ini penjualan masih relatif stabil.” pada bulan lalu kan, banyak event, sehingga pedagang yang membeli justri berkurang. Namun turunya daya beli jika diprosentasekan cuman 2 persen. “
Persoalan demi persoalan yang dihadapi oleh para pengrajin tahu di Kota Kediri, sedikit banyak berpengaruh pada berkurangnya eksistensi jumlah pengusaha tahu saat ini. Meski sekarang masih banyak ditemui para pedagang yang menjual produk makanan khas kediri, namun jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya jelasnya jumlahnya lebih banyak. ” saya buka usaha ini, sejak tahun 1987 sama almarhum suami. Sekarang ini yang penting usahanya tetap jalan, meski untung sedikit.”(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.