Pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri Dilanjutkan

Petrus - 25 July 2018

SR, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melanjutkan kembali pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri, yang sebelumnya sempat mangkrak dan tertunda pengerjaanya selama kurang lebih 5 tahun.

Dikerjakannya kembali jembatan Brawijaya Kediri yang sebelumnya tersandung persoalan hukum, diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi kemacetan yang sering terjadi di wilayah Kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Kota Kediri.

Menurut Kabag Humas Pemerintah Kota Kediri, Apip Pramana, kelanjutan pengerjaan pembangunan jembatan Brawijaya telah disetujui dan ditandatangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri, dengan PT. Fajar Parahiyangan, pada 5 Juli 2018.

“Sehingga diharapkan sudah dilakukan penandatangan itu, dalam hari-hari ini atau minggu ini sudah dikerjakan,” ujarnya.

Sesuai kesepakatan, pengerjaan kembali jembatan Brawijaya dapat diselesaikan pembangunannya pada tahun ini, dengan menggunakan dana dari APBD 2018 senilai Rp. 15 miliar.

“Tahun 2018 ini jembatan itu harus selesai, bisa dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan dan masyarakat. Anggaran yang sesuai di plafonnya itu 15 miliar. Anggaran APBD 2018,” kata Apip Pramana, Rabu (25/7/2018).

Dengan dibangunya kembali jembatan Brawijaya, diharapkan dapat mengurai tingginya aktivitas lalu lintas di kawasan itu.

“Diharapkan bisa mengurai kemacetan di beberapa titik pada jam-jam tertentu,” lanjutnya.

Akibat sempat tertunda selama kurang lebih lima tahun, ada sejumlah infrastruktur yang harus diperbaiki kembali. Salah satu upaya yang sudah dilaksanakan yakni dengan melakukan uji beban dengan mendatangkan armada truk melintas di lokasi.

“Dari sekitar 640 ton itu, kita taruh di situ dalam kaitanya untuk melihat sejauh mana kondisi jembatan setelah terbengkalai sekian tahun. Kalau akan diteruskan pembangunya kita teliti lagi sebelum dilanjutkan, apakah perlu hal-hal yang dibenahi dan itu sudah kita lakukan,” imbuhnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.