Pelabuhan ASDP Ketapang Buka Tutup Pelayaran Akibat Cuaca Buruk

Petrus - 6 August 2017
Kondisi di dermaga LCM pelabuhan Ketapang yang sangat ramai setelah sempat ditutup cukup lama hingga 7 jam, beberapa hari yang lalu (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Ketapang atau Syahbandar Pelabuhan Ketapang memberlakukan sistem buka tutup di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, akibat cuaca buruk dan gelombang laut yang tinggi, pada Kamis (3/8/2017) lalu.

Petugas Kesyahbandaran pada kantor Syahbandar pelabuhan Ketapang, Widodo mengatakan, dengan adanya kondisi cuaca yang tidak bersahabat syahbandar pelabuhan menghimbau kepada pengguna pelayaran di Pelabuhan Ketapang maupun di Gilimanuk agar bisa bersabar ketika kondisi cuaca di selat Bali sedang tidak bersahabat. Hal ini demi kenyamanan dan keamanan pelayaran di selat Bali.

“Karena pada bulan Juli hingga Agustus ini, di selat Bali sering terjadi cuaca buruk dan tidak bersahabat. Daripada ada sesuatu yang tidak kita inginkan, maka jika cuaca sangat buruk, maka pelayaran kita hentikan,” ungkap Widodo.

Dikatakan oleh Widodo, setiap saat pihak syahbandar pelabuhan Ketapang maupun di UPP Gilimanuk selalu menghimbau kepada para nahkoda kapal dan pemilik kapal, untuk menghentikan pelayaran jika cuaca buruk.

Komunikasi antara pihak syahbandar dengan nahkoda kapal selalu dijalankan setiap saat, untuk memberikan informasi jika ada cuaca buruk ataupun surat resmi dari BMKG, bahwa cuaca sangat tidak bersahabat untuk pelayaran.

“Namun jika cuaca sudah dirasa normal, pihak nahkoda kapal bisa menjalankan kembali kapalnya dan memberikan pelayanan kepada pemakai jasa angkutan kapal,” imbuhnya.

Sebelumnya, penutupan sempat terjadi akibat cuaca buruk, yaitu pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB serta malam hari. Bahkan sistem buka tutup pada hari itu cukup lama diberlakukan dari sebelum-sebelumnya, yakni sekitar 7 jam antara pukul 17.30 hingga 23.30 WIB.

Bukan pada hari itu saja sistem buka tututp diberlakukan, bahkan pada hari Rabu (2/8/2017) Pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk juga sempat tutup selama 30 menit sekitar pukul 21.00 WIB.

Hal itu menyebabkan antrian sangat padat, khususnya truk yang akan menyeberang ke Bali mengantri hingga di jalan raya depan Pelabuhan Ketapang hingga di Depan Pangkalan TNI AL Banyuwangi. Hal ini disebabkan karena pada hari Kamis, Pelabuhan Ketapang tutup hingga 7 jam lamanya.

“Hal ini karena kondisi yang tidak kondusif untuk pelayaran, maka kami memberlakukan sistem buka tutup. Jika kondisi laut aman bagi pelayaran kita buka pelayanannya, jika tidak aman maka pelayanan pelabuhan kita tutup,” tandasnya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.