Peduli Kesehatan Lingkungan Surabaya, ITS Ciptakan Alat Pengukur Kualitas Udara

Petrus - 1 February 2017
Affan, Arie Dipareza Syafei, Titing Reza Fahrisa, dan Qory Constantya dari ITS bersama alat pengukur kualitas udara ciptaannya (foto : Humas ITS)

SR, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang sebuah alat pemantau kualitas udara, yang disebut memiliki harga yang jauh lebih murah. Alat ini dirancan secara khusus oleh Laboratorium Pengendalian Pencemaran Udara di Departemen Teknik Lingkungan ITS Surabaya.

Kepala Laboratorium, Arie Dipareza Syafei mengatakan, pantauan lima stasiun pemantau udara di kota Surabaya, yang menyebut kondisi kualitas udara melebihi baku mutu atau dapat mengganggu kesehatan, menjadi dasar dibuatnya alat itu.

“Seringkali data dari stasiun pemantau kerap hilang, karena adanya kerusakan pada alat,” kata Arie.

Selain itu, mahalnya alat pengukur kualitas udara uang saat ini yang mencapai kisaran Rp. 2 milyar, menjadi alasan Pemerintah Kota Surabaya tidak dapat berbuat banyak memperbaiki alat itu.

Bersama seluruh laboran dan dua mahasiswanya, yaitu Titing Fahriza dan Qory Constantya, Arie akan terus melakukan pengembangan alat yang dibuat oleh ITS. Alat pengukur kualitas udara buatan ITS dihargai Rp. 80 juta hingga Rp. 100 juta, setelah terlebih dahulu dipatenkan.

“M.eskipun harganya jauh lebih murah, akurasi alat kami mencapai 90 persen,” ujar Arie

Alat pantau milik ITS ini menggunakan sensor electrochemical, yang berbeda dengan alat pantau udara yang sekarang ini menggunakan sistem gas analyzer.

“Dengan sensor electrochemical, alat ini sudah mampu membedakan polutan dalam dua jenis gas. Alat ini dapat diakses melalui situs via perangkat masyarakat,” lanjut Arie.

Alat ini merupakan bentuk kontribusi ITS terhadap Pemerintah Kota dan masyarakat Surabaya, yang peduli terhadap kesehatan lingkungan, khususnya kualitas udara yang baik.

“Harapannya alat pengukur kualitas udara ini dapat dipasang di seluruh daerah di Indonesia, tidak hanya di Surabaya,” pungkas Arie.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.