Pecel Pitik, Makanan Khas Banyuwangi yang Sering Diburu Wisatawan

Petrus - 5 July 2017
Masyarakat setempat dan wisatawan sedang menikmati makan bersama Pecel Pitik, saat ritual Barong Ider Bumi di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah beberapa hari lalu (foto : Superradio/Fransiscus Wawan)

SR, Banyuwangi – Masyarakat adat Using di Banyuwangi memiliki banyak makanan khas yang banyak digemari oleh masyarakat umum, salah satunya adalah Pecel Pitik. Menu utama masyarakat tradisional di Banyuwangi ini, terdiri dari ayam panggang yang diberi bumbu urap kelapa, dan berasa pedas gurih. Makanan ini sering dipakai oleh masyarakat adat sebagai menu utama, saat ada ritual syukuran atau bersih desa di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Salah satu masyarakat adat Using di Desa Kemiren, Slamet Kurniawan menuturkan, bahwa tradisi adat makan Pecel Pitik ini biasanya dilaksanakan pada saat ada ritual, seperti Ider Bumi, Bersih Desa dan Tasyakuran di desa setempat. Pecel Pitik biasanya disajikan dan disantap secara bersama-sama di tengah jalan, antara masyarakat desa Kemiren dengan para tamu atau wisatawan yang saat itu berkunjung di desa tersebut.

“Seperti yang dilaksanakan pada saat adanya Barong Ider Bumi kemarin, setelah acara bersih desa, kami makan bersama dengan para tamu dan undangan yang berasal dari luar daerah Kemiren,” ungkapnya.

Slamet menambahkan, tradisi ini sebagai wujud rasa syukur dari masyarakat desa Kemiren atas keselamatan dan rejeki berlimpah, yang sudah diberikan Tuhan kepada masyarakat desa Kemiren.

Menu Pecel Pitik ini biasanya disajikan bersama menu tambahan, yakni urap-urap sayur, kerupuk dan sambal khas Banyuwangi.

“Makan Pecel Pitik ini akan terasa nikmat, jika memakannya tidak memakai piring, namun beralaskan daun pisang,” ujarnya.(wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.