Pasien Haji Umumnya Miliki Penyakit yang Butuh Tindak Lanjut

Yovie Wicaksono - 20 August 2018
Visitasi Terus Dilakukan untuk Pasien Jamaah Haji asal Indonesia di Rumah Sakit Arab Saudi. Foto : (Istimewa)

SR, Makkah – Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, dr. Untung Suseno Sutarjo mengatakan jamaah haji Indonesia yang dirujuk di Rumah Sakit Arab Saudi umumnya memiliki penyakit yang memerlukan tindakan lebih lanjut, seperti terkena serangan jantung.

“Di RSAS, jamaah asal Indonesia yang dirawat tidak boleh didampingi oleh keluarga,” kata dr. Untung Suseno, Senin (20/8/2018).

Dalam visitasi yang dilakukan KKHI Makkah, tim visitasi biasanya membawakan makanan yang disukai pasien. “Kemenkes memberikan pelayanan gizi kepada jamaah haji yang dirawat dengan memberikan makanan sesuai jenis penyakit dan pasien disuapi langsung oleh petugas,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka.

Jamaah haji Indonesia yang dirawat di RSAS kadangkala tidak memakan makanan yang disediakan RS, karena menunya tidak sesuai dengan selera pasien Indonesia. Oleh karenanya kegiatan visitasi sangat ditunggu oleh pasien yang dirawat di sana.

Eka menegaskan, pasien jamaah haji Indonesia yang dirawat di RSAS tetap di pantau kesehatannya. Ia meminta keluarga di Indonesia tidak perlu cemas dan cukup membantu dengan doa agar jamaah haji yang dirawat dapat segera pulih.

“Kami terus pantau perkembangan pasien-pasien kita di RSAS. Mohon doa dari keluarga di tanah air agar semua jamaah haji dapat segera kembali pulih,” kata Eka. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.