Pasca Bom, Umat Tetap Ikuti Misa Harian

Yovie Wicaksono - 14 May 2018
Misa Harian di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Senin (14/5/2018). Foto : (Super Radio/Michael Andrew)

SR, Surabaya – Umat Gereja Katolik Paroki Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya tetap mengikuti misa harian yang biasa dilaksanakan pada pukul 18.00 WIB. Misa yang dipimpin oleh RD Aloysius Widyawan tetap diikuti banyak umat. Hal ini menarik, karena sehari sebelumnya telah terjadi ledakan bom yang mengakibatkan adanya korban meninggal dan terluka.

Romo Widya, demikian panggilan akrabnya, mengatakan umat Katolik Paroki SMTB tidak perlu takut dengan aksi terorisme, karena teroris adalah “korban” akan pemahamannya mereka sendiri.

Romo Widya menambahkan, hal ini sangat penting bagi umat Katolik. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk mempraktikkan hidup berdampingan antara satu dengan yang lain.

“Dengan mempraktikkan hidup berdampingan, saling menolong, dan juga saling bahu-membahu maka aksi terorisme dengan sendirinya akan tergantikan dengan kedamaian,” ujarnya.

Romo Widya juga berpesan pentingnya mengampuni para teroris dan tidak perlu takut yang berlarut-larut. Menurutnya, takut adalah hal yang manusiawi, tapi apabila takut tanpa melakukan aksi kebaikan tertentu pada akhirnya tidak membuat keadaan lebih baik lagi.

Sementara itu, beberapa aktivis dan pemuda kota Surabaya juga hadir di gereja ini. Diantaranya GusDurian Gerdu Suroboyo, Nera Academia. Mereka bertemu sekaligus berkonsolidasi dengan Orang Muda Katolik (OMK) setempat.

Berbagai rencana konkret akan dilaksanakan dalam upaya menumbuhkan kembali rasa optimisme masyarakat yang diwujudkan dengan aksi nyata seperti kunjungan ke beberapa rumah sakit, pendampingan psikologis korban dan keluarga korban. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.