Partisipasi Pemilih pada Pilkada Masih Fluktuatif

Petrus - 3 April 2017
Petugas KPUD mencoba aplikasi di rumah pintar pemilih, di Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur, menyebut tingkat partisipasi masyarakat pemilih pada setiap pelaksanaan Pilkada lima tahun sekali cenderung fluktuatif atau mengalami naik turun.

Menurut Gogot Cahyo Baskoro, selaku Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, KPU Provinsi Jawa Timur mengatakan, evaluasi dan riset secara bersama-sama telah dilakukan, untuk membahas naik turunnya angka partisipasi pemilih pada Pilkada.

Hasilnya diketahui, bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya fluktuasi angka partisipasi pemilih, salah satu faktonya adalah karena adanya anggapan mengenai DPT yang tidak akurat. Adanya anggapan bahwa DPT sudah tidak update lagi, maka hal itu memicu jumlah golput yang meningkat.

“Memang tempo hari kita sudah melakukan FGD atau evaluasi, begitu juga riset. Banyak hal yang memengaruhi, diantaranya akurasi DPT,” ungkap Cahyo.

Selain persoalan DPT, faktor administrasi terkait Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga menjadi masalah naik turunnya jumlah pemilih pada Pilkada. Lokasi TPS yang jauh dengan tempat tinggal pemilih, menjadi alasan pemilih enggan berpartisipasi karena TPS yang tidak terjangkay atau jauh.

“Akhirnya pemilih merasa malas untuk datang menggunakan hak suaranya ke TPS, karena jaraknya yang agak jauh,” lanjut Cahyo.

Jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada juga ditentukan oleh situasi konstelasi politik di daerah. Banyaknya calon yang berkompetisi dalam Pilkada, secara otomatis akan meningkatkan partisipasi pemilih karena setiap calon berujuang keras untuk mencari dukungan.

“Banyak calon yang ikut maju, bisa menaikkan partisipasi karena setiap calon atau tim suksesnya pasti mencari banyak dukungan,” ujarnya.

Gogot Cahyo Baskoro menyebut, angka partisipasi pemilih sempat naikmenjadi 63 persen, atau dari sebelumnya yang mencapai 60 persen pemilih.

“Lalu turun lagi ke angka 60 persen, ini masih fluktuatif,” kata Cahyo.

Untuk menjaga konsistensi atau mendongkrak jumlah partisipasi pemilih pada  pelaksanaan Pilkada tahun 2018, KPU Jawa Timur menyiapkan langkah terobosan berupa pendirian Rumah Pintar Pemilu di sejumlah daerah di Jawa Timur.

“Pendirian rumah pintar untuk wilayah Jawa timur ada di 18 titik, Kota dan Kabupaten,” pungkasnya.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.