Parade Surabaya Juang, Wali Kota Ajak Generasi Muda Bangkit

Petrus - 5 November 2017
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Forpimda dan Veteran, mengukuti Parade Surabaya Juang memperingati Hari Pahlawan 10 November (foto : Humas Pemkot Surabaya)

SR, Surabaya – Kota Surabaya pada Minggu pagi, 5 November 2017, diramaikan dengan kegiatan Parade Juang dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Pahlawan 10 November. Kegiatan ini diikuti ratusan warga Surabaya, dengan menampilkan aksi teaterikal Sumpah Pregolan (sumpah merdeka atau mati).

Parade Juang diikuti pula oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan, Kapolrestabes Surabaya M. Iqbal, beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan PNS Pemkot Surabaya, mahasiswa dan pelajar, serta elemen masyarakat dan komunitas seni.

Aksi teaterikal perang kota yang dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan hingga Siola, teaterikal perobekan bendera Belanda di Hotel Mojopahit, yang dilanjutkan pembacaan puisi “Surabaya” karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Aksi berlanjut di depan Gedung Negara Grahadi, Tugu Bambu Runcing, dan Polisi Istimewa-Santa Maria. Parade Surabaya Juang tahun ini lebih banyak menampilkan aksi teatrikal sosiodrama.

“Parade Surabaya Juang menempuh rute sejauh 6,5 kilometer, mulai dari Tugu Pahlawan dan berakhir di Taman Bungkul,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Tidak hanya peserta dari Surabaya, Parade Juang juga diikuti peserta dari Kalimantan dan Sulawesi. Momemtum Parade Surabaya Juang ini kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, diperuntukkan bagi warga Surabaya khususnya generasi muda, agar mengetahui makna sejarah peristiwa 10 November yang sesungguhnya.

“Sebenarnya rangkaian acara ini sudah dimulai sejak bulan September dan berlanjut ke bulan November,” kata Risma, sebelum memberangkatkan peserta parade di Tugu Pahlawan, Minggu, (5/11/2017).

Peringatan Parade Surabaya Juang ini ingin mengajak masyarakat surabaya mengerti dan mampu memaknai kemerdekaan, yang sudah diraih para pendahulu bangsa dan pejuang kemerdekaan.

“Para pejuang mendapatkan kemerdekaan bukan dengan cara yang mudah, tetapi dengan seluruh perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Mari kita berjuang terus, tidak ada kata menyerah. Pertahankan api perjuangan bagi Indonesia raya agar mampu membawa pesan damai, aman, sentosa dan sejahtera,” tandasnya.

Risma berpesan agar generasi muda tidak boleh lengah, menghadapi persaingan yang keras antar negara saat ini. Perjuangan pahlawan harus dijadikan teladan dan semangat, khususnya oleh generasi untuk terus maju.

“Oleh karenanya, anak muda harus belajar lebih keras agar bisa mempertahankan kemerdekaan itu,” ujar Risma.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.