Parade Kebangsaan GMKI di Ponpes Al Hikam

Yovie Wicaksono - 4 October 2017
Aktivis GMKI saat Berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Selasa (3/10/2017). Foto : (Istimewa)

SR, Malang – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang. Kunjungan ini merupakan rangkaian Parade Kebangsaan GMKI, 2-6 Oktober 2017 di Jawa Timur.

Kedatangan para aktivis GMKI ini diterima langsung oleh Wakil Pengasuh Ponpes Al-Hikam, Malang, Muhammad Nafi, Selasa (3/10/2017). Dalam pesannya, Nafi mengingatkan kembali pesan KH. Hasyim Muzadi (almarhum) selaku Pendiri Pondok Pesantren Al – Hikam yang juga Mantan Ketua Umum PBNU, bahwa generasi muda Indonesia tidak bisa sekedar mengetahui agama, namun juga harus memiliki agama dan bijaksana dalam menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai agama tersebut.

“Generasi muda harus selalu berusaha memahami karakter bangsa Indonesia. Apalagi di era globalisasi ini kita dengan mudah terpapar dengan budaya dari luar. Menjadi tugas organisasi kemahasiswaan seperti PMII, GMKI, HMI, GMNI, PMKRI, dan lainnya untuk bersinergi dan saling terhubung sehingga dapat menjaga identitas kita sebagai orang Indonesia,” ujarnya.

Nafi mengatakan, tantangan bangsa saat ini adalah kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Ketimpangan ini dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya radikalisme. “Pemuda harus saling bertukar pikiran sehingga dapat mengurai persoalan ini,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat mengatakan,  pemuda membutuhkan teladan dari figur yang tepat sehingga dapat memiliki karakter yang baik. Menurutnya, pesantren memiliki peranan penting dalam memberikan teladan yang baik kepada para santri dan masyarakat.

“Peradaban Indonesia sebenarnya dapat menjadi contoh bagi dunia. Masyarakat luar banyak yang terheran-heran melihat kehidupan masyarakat kita yang toleran dan gotong-royong. Maka pemuda harus bersatu menjaga keharmonisan bangsa yang saat ini sedang dipecah-belah oleh kelompok tertentu,” ujar Sahat.

Di akhir dialog yang dipenuhi guyonan khas Jawa Timur, Arnold Leonardo Panjaitan, Koordinator Wilayah GMKI Jatim, Bali, NTT menegaskan sekaligus mengatakan, “Berkaca pada kerjasama beberapa lembaga yang terjadi akhir-akhir ini, akan tiba suatu saat dimana pemuda yang tercerahkan, seperti generasi muda NU dan GMKI, akan terkoneksi secara kuat untuk menghadapi persoalan bangsa.”

Pada pertemuan tersebut, selain untuk menjaga silaturahmi, berbagai topik juga didiskusikan seperti dinamika generasi millenial, kerukunan antar umat beragama, dan persoalan sosial politik yang saat ini sedang hangat di Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.