Panwaslu Pantau DPS Ponorogo

Petrus - 9 April 2018
Anggota Panwaslu Kabupaten Ponorogo, Juwaini, menyoroti DPS untuk Pilkada 2018 (foto : Superradio/Gayuh Satria)

SR, Ponorogo – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Ponorogo memastikan akan terus memantau dan mengawasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga tahapan penetapan, pasca keluarnya Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 759.554 orang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwaslu Kabupaten Ponorogo, Juwaini mengatakan, Panwaslu telah menginstruksikan kepada Panwascam agar mencermati DPS yang telah dikeluarkan oleh KPU Kabupaten Ponorogo.

“Terutama masyarakat yang belum masuk ke dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS),” ujar Juwaini, Senin (9/4/2018).

Juwaini mengatakan, dari hasil pencermatan ini didapatkan ada 17 warga yang seharusnya masuk ke dalam DPS namun belum masuk.

“Temuan lainnya ada 110 warga yang seharusnya dicoret saat Pencocokan dan Penelitian (coklit) karena meninggal dunia, malah masuk kedalam DPS. Paling banyak di Kecamatan Mlarak,” kata Juwaini.

Menurutnya, kemungkinan besar masuknya data warga yang telah meninggal dan seharusnya dicoret, disebabkan pihak keluarga belum melaporkan hal itu kepada petugas Coklit. Selain itu, perangkat desa juga tidak memberikan laporan surat kematian.

“Kami pun terus memantau data seperti ini, supaya DPS memang benar datanya,” imbuhnya.

Selain itu, ditemukan pula data warga yang hilang ingatan atau gila, yang masuk ke dalam DPS Kabupaten Ponorogo.

“Ada 97 warga yang terdaftar ke DPT Pemilu tahun 2015 lalu, sekarang dicoret karena hilang ingatan,” jelas Juwaini.

Panwaslu akan terus memantau DPS hingga penetapan Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Bahkan Panwaslu juga terus melakukan koordinasi dengan KPU serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), terkait temuan sekitar delapan ribu warga Ponorogo yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Kemungkinan belum didata, sehingga ketlesut, atau masih di luar kota, bisa juga pendatang,” imbuhnya.

Juwaini mengimbau warga Ponorogo segera melakukan perekaman E-KTP, jika belum melakukan perekaman. Serta segera meminta surat keterangan (suket) dari Dispendukcapil maupun pencetakan E-KTP.

“Supaya saat Pilgub pada 27 Juni 2018 mendatang, bisa ikut mencoblos. Jangan sampai kehilangan hak pilih,” pungkasnya.(gs/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.