Panen Raya Jagung, Kementan Pastikan Harga Pakan Ternak Terjangkau

Wawan Gandakusuma - 21 February 2019
Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Kementerian Pertanian memastikan bahwa beredarnya informasi terkait harga jagung yang mencapai Rp6.200,00 per kilogram sehingga membuat resah sebagian peternak kecil di sejumlah wilayah, merupakan kabar bohong atau hoaks. Faktanya, harga jagung selama seminggu terakhir di beberapa lokasi panen rata-rata turun Rp700 dari harga awal yang mencapai Rp4 ribu.

“Jangan hanya menghasut, menyebarkan hoaks tapi tidak bisa menunjukkan di mana lokasinya. Kapan, di mana dan siapa yang membeli dengan harga tersebut,” tukas Direktur Serealia Kementerian Pertanian, Bambang Sugiharto, di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Sebaliknya, kata Bambang, harga saat ini diperkirakan akan terus turun sejalan dengan meluasnya panen raya di sentra jagung nasional. Bahkan dari kunjungan ke beberapa daerah, harga di atas bisa mencapai Rp2 ribu per kilogram. Oleh karena itu, ia berharap para peternak tetap tenang dan tidak panik dengan kabar bohong tersebut.

“Ada yang bilang panen raya baru berlangsung pada bulan April. Ada berita juga peternak bilang jagung sangat mahal, harganya melambung. Dampaknya mereka minta impor jagung tidak dibatasi volumenya dan hanya dibatasi waktu pemasukannya,” katanya.

Bambang Sugiharto menegaskan, saat ini Indonesia sudah memasuki panen raya jagung. Inilah saatnya menyerap dan menyimpan jagung ketika harga jatuh.

Lebih dari itu, data yang dilaporkan petugas informasi pasar tercatat selama seminggu ini mengalami penurunan, bahkan mencapai Rp1.000,00 per kilogram yang terjadi di beberapa kabupaten di pulau Sumatera seperti Karo, Langkat, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Dharmasraya, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ilir, Lampung Selatan dan Pesisir Barat.

Penurunan serupa juga terjadi di Tasikmalaya, Kuningan, Majalengka, Purbalingga, Klaten, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Batang, Brebes, Solo, Malang, Madiun , Sumenep, Tanah Laut, Kotawaringin, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Bulukumba, Jeneponto, Pangkep, Barru, Baubau, Gorontalo Utara dan Gorontalo.

“Penurunan harga ini akan berlangsung terus dan minggu depan harga bisa menjadi semakin anjlok di beberapa kabupaten lain. Disinilah bagaimana tanggung jawab para komprador yang selalu meminta impor jagung dan tidak percaya kalau sudah panen raya dipertanyakan,” kata Bambang Sugiharto.

Bambang berharap, semua pihak menggunakan informasi secara baik dan tidak menyebar hoaks. Apalagi soal informasi adanya tiga kapal membawa jagung impor akan masuk ke pulau Jawa.

“Kalau seperti ini dan harga anjlok lagi, mereka harus tanggung jawab ke petani,” ujarnya.

Menurut Bambang Sugiharto, sejauh ini Kementan terus proaktif memitigasi anjloknya harga jagung dengan menggandeng pengusaha pakan ternak untuk memberikan komitmennya menyerap jagung petani lokal dengan harga yang pantas. Beberapa kabupaten telah melaksanakan kerjasama ini, semisal di Pandeglang dan Gunungkidul.

“Kami berharap penyerapan ini diikuti oleh kabupaten lainnya agar petani jagung kita mendapat kepastian harga. Disisi lain, kami selaku pemerintah juga sudah memberi bantuan dryer untuk meningkatkan mutu jagung, waktu simpan dan harga jualnya. Bantuan alat pemipil jagung, alat panen dalam rangka meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya produksi jagung,” paparnya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.