Pancasila Harus Diterapkan Dalam Keseharian Perguruan Tinggi

Petrus - 29 April 2018
Peresmian gedung baru UKDC oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Uskup Surabaya (foto : Istimewa)

SR, Surabaya – Pancasila harus menjadi ideologi keseharian yang diterapkan oleh perguruan tinggi, untuk mewujudkan kesatuan dalam kebhinnekaan. Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, saat meresmikan Gedung Vidya Loka, Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya.

Soekarwo mengatakan, perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan fasilitas pendidikan yang sama tanpa membedakan keberagaman yang ada di dalamnya, baik dalam hal agama maupun kesukuan. Selain itu, perguruan tinggi juga diminta memperhatikan anak-anak dari keluarga kurang mampu namun memiliki kemampuan akademik yang bagus.

“Inilah wujud nyata working ideology berjalan dalam keseharian sebuah perguruan tinggi,” kata Soekarwo.

Konsep kebhinnekaan, kata Soekarwo, telah tertuang dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa, yang didalamnya mengandung tiga dimensi yakni dimensi realitas yang dibuat oleh para founding fathers, dimensi ideologi yang meletakkan cita-cita kedepan, dan dimensi working ideology.

“Perkawinan antara agama dan budaya merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan yang kita hadapi selama ini,” ujarnya.

Soekarwo menambahkan, saat ini Bhinneka Tunggal Ika agak terdegradasi karena adanya ketidakadilan. Maka, ketidakadilan harus dicarikan solusi dalam kehidupan, agar tidak mengganggu kebhinnekaan itu sendiri.

“Bagi orang kecil atau kaum marhaen selalu menunggu kehadiran Pancasila, dan tugas kitalah untuk membantu mereka dan mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika yang sesungguhnya,” tandasnya.

Sementara itu, Uskup Surabaya sekaligus Ketua Pembina Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono mengatakan, universitas ini merupakan rintisan umat Katolik, yang turut prihatin pada layanan pendidikan yang semakin mahal.

Maka, universitas ini sejak awal mula telah dikhususkan bagi kalangan ekonomi kebawah, yang ingin meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Dengan adanya gedung baru yang cukup representatif ini, kami berharap bisa memberi tempat layak dalam proses belajar mengajar,” kata Sutikno.

Selain peremsian gedung, juga digelar Seminar Nasional dengan tema “Pengamalan Pancasila, Kita Indonesia, Kita Bhinneka”, dengan menghadirkan pembicara yaitu Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siradj, Wantimpres Mayjen Pol (Purn) Drs. Sidarto Danusubroto, dan anggota DPR RI Eva Kusuma Sundari.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.