Pameran “Sketsa, Garis, Sak Sret” di Galeri Prabangkara Surabaya

Yovie Wicaksono - 18 December 2018
Salah Satu Karya yang Terbuat Dari Kawat Dalam Pameran "Sketsa & Garis, Sak Sret" di Galeri Prabangkara, Surabaya. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Puluhan sketsa hasil karya perupa yang tergabung dalam Paguyuban Sedikit Masyarakat Seni (PSMS) terpajang di Galeri Prabangkara, Jalan Genteng Kali 85 Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan tulisan yang terpajang di galeri tersebut, pameran yang bertajuk “Sketsa & Garis, Sak Sret” ini lebih menonjolkan dan mengeksplorasi garis dalam karya yang dipamerkan, karena sketsa sudah tentu berunsur garis, sedangkan garis belum tentu menjadi sebuah sketsa.

Aninn, salah satu perupa meyakini setiap pribadi memiliki karakter unik tersendiri yang akan terlihat dari garis yang dibuatnya.

“Saya yakin tiap pribadi punya karakter-karakter uniknya sendiri, dan itu akan terlihat dari garis yang kita buat. Jadi point of view nya adalah garis. Sederhana, bertenaga, dan bermakna, itulah Sak Sret,” kata Aninn.

Pameran ini diadakan karena perupa yang tergabung dalam PSMS merindukan karya-karya sederhana, seperti sketsa-sketsa dalam satu pameran, yang jarang diadakan, khususnya di Surabaya.

“Pameran ini adalah sebuah sebuah usaha kecil dari kami untuk membayar kerinduan itu, sekaligus mengingat atau memaknai kembali seperti apa dan bagaimana kita dulu memulai belajar menggambar. Pameran ini juga bisa jadi sebuah tantangan bagi diri kita masing-masing, masih bisa nggaris gak sih?,” tambah Aninn.

Aninn mengatakan hidup ini bergerak dan terus bergerak, maka akan selalu ada garis didalamnya entah sebagai jalur ataupun jejak.

Prio Sembodo, yang menampilkan hasil karyanya berjudul Sret Kehidupan dalam pameran tersebut mengatakan, ingin menyampaikan kisah seorang perempuan yang sedang merenungkan garis kehidupannya yang buruk melalui karyanya.

“Ini menggambarkan seorang perempuan yang merenungkan diri, mengingat masa lalunya yang buruk, garis kehidupannya yang buruk,” ujar Prio kepada Super Radio, Selasa (18/12/2018).

Sekedar informasi, pameran digelar sejak Sabtu (15/12/2018) hingga Rabu (19/12/2018). Dalam rangkaian acara itu, ada juga musikalisasi puisi, Workshop, sketsa potrait, teknik arsir dan sketsa on the spot teknik perspektif. Di hari terakhir (besok), ada Nyeketsa dan nggaris bersama dengan obyek bergerak Tari Sufi diiringi musikalisasi puisi. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.