Pameran Indonesia Bermusik Hadirkan Busana Dara Puspita Saat Konser di Eropa

Yovie Wicaksono - 21 March 2019
Salah Satu Pengunjung di Pameran Indonesia Bermusik di Surabaya, Rabu (20/3/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret lalu, sebanyak lebih dari 150 koleksi ditampilkan dalam Pameran Indonesia Bermusik untuk mengelaborasikan sejarah musik Nusantara di The Residence, House of Sampoerna, Surabaya, pada Rabu (20/3/2019).

Puluhan piringan hitam yang kini sangat sulit ditemukan, instrumen musik Indonesia, kaset, serta busana Dara Puspita yang sempat digunakan saat konser di Eropa juga dihadirkan Museum Musik Indonesia dalam pameran ini.

“Kita menghadirkan instrumen musik Indonesia, kaset, poster, piringan hitam yang langka seperti Koes Bersaudara, serta busana dari grup Dara Puspita yang dibuat pada 1967 yang pernah dipakai saat konser di Eropa,” ujar Ketua Museum Musik Indonesia Hengky Herwanto kepada Super Radio.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, Antik Sugiharti mengapresiasi pameran ini.

“Saya apresiasi Pameran Indonesia Bermusik ini, karena musik adalah bahasa universal yang dapat menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat, dan pameran ini sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat untuk mengapresiasi musik, tokoh musik nasional seperti WR Soepratman yang berjuang melalui lagu-lagunya,” ujar Antik.

Ahli waris WR Soepratman, Soerachman berharap, musik dapat menjadikan generasi muda berbudaya.

“Saya harapkan musik dapat menjadikan generasi muda ini berbudaya, karena yang mengharukan, mengecewakan, dan menyedihkan sekali adalah kalau kaum muda ini tidak berbudaya, akibatnya nanti terjerumus dengan hal yang membahayakan masa depannya, seperti narkoba dan sebagainya,” ujarnya.

Sedangkan Manager House of Sampoerna, Rani Anggraini mengatakan, penyelenggaraan pameran ini diharapkan dapat menambah wawasan akan sejarah musik Indonesia, selain meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap instrumen musik tradisional, dan perkembangan musik tanah air.

“Menjalankan fungsi museum, acara ini adalah bentuk partisipasi kami dalam melestarikan dan mengkomunikasikan warisan budaya, selain turut mendorong museum sebagai salah satu destinasi wisata kota,” kata Rani.

“Saya penggemar musik, dan senang dengan adanya pameran ini. Dari semua koleksi saya tertarik dengan alat musik Sasando karena ini pertama kali saya melihat dari dekat, dan koleksi piringan hitam lagu-lagu lama,” ujar salah satu pengunjung pameran, Delta Bayumurti.

Pameran Indonesia Bermusik digelar pada Rabu (20/3/2019) sampai Kamis (28/3/2019) dengan bekerjasama antara House of Sampoerna, Museum Musik Indonesia, Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Pos, Museum Mpu Tantular, Calibre.id dan Forum Begandring Soerabaia. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.